Walikota Tikep Minta Seluruh Masjid Dan Musholla Di Buka Untuk Sholat Idul Adha

809

Walikota Tikep, H. Ali Ibrahim Saat Pimpin Rapat 


TIDORE, CH- Meskipun angka pasien Covid-19 di Kota Tidore Kepualaun (Tikep), dalam satu bulan terakhir ini cukup tinggi. Namun tidak membuat pimpinan di daerah ini melarang warganya untuk Sholat Idul Adha di Masjid dan Musholla.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Walikota Tikep, Capt H. Ali Ibrahim meminta agar seleluruh Masjid dan Musholla di Kota Tikep tetap di buka untuk digunakan Sholat Idul Adha.

Hal ini disampaikan oleh Ali Ibrahim saat
memimpin langsung rapat penanganan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan dalam rangka pelaksanaan Sholat Idul Adha Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi, di Aula Sultan Nuku, Minggu (18/7/2021).

Dalam rapat tersebut membahas kembali Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, Sholat Idul Adha, dan petunjuk teknis pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Menyikapi diskusi terkait Surat Edaran Menteri Agama tersebut, Ali Ibrahim menyarankan agar seluruh Masjid dan Mushollah dibuka. Para ulama bertugas untuk memperbanyak khotib. Sholat Idul Adha secara berjamaah minimal 50 persen jamaah untuk setiap Masjid dan Musholla.

BACA JUGA  JPKP Malut Soroti Penyaluran BPNT Oleh Pemkot Tikep

“Bagi ibu hamil, lansia, anak-anak dan orang yang sedang dalam keadaan sakit agar tidak diwajibkan melakukan ibadah di Masjid atau musholla,” kata Ali Ibrahim.

Lebih lanjut Ali Ibrahim mempertegas agar Nahdatul Ulama, Muhammadiyah serta Imam/Syara agar dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha harus terapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena keadaan di Kota Tidore Kepulauan sekarang sedang emergency, bagi masjid atau musholla tidak bisa memasang tenda,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengatakan, Edaran Menteri Agama Nomor 15 itu sama dengan Edaran Walikota yang berlaku di zona yang normal. Namun itu sebelum diberlakukan PPKM karena ledakan Covid-19, sekarang Edaran nomor 17 itu jelas bahwa ditutup sementara tempat ibadah.

Namun jika ada kebijakan dari Walikota untuk sholat berjamaah di Masjid atau Musholla, kata Sarbin akan disesuaikan.

“Maka saya kira kita buka saja mesjid dan musholah dengan pertimbangan harus ada pengawasan ketat terkait kepatuhan protokol kesehatan dan pembatasan jamaah yang akan melakukan sholat idul adha di Masjid atau Musholla,” ujarnya.

BACA JUGA  SMK Perikanan Dan Kelautan Di Haltim Butuh Perhatian Pemerintah

Terkait Hewan Qurban, Sarbin meminta agar dilakukan lebih pagi agar langsung dibagikan ke warga untuk menghindari kerumunan.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here