Warga Rum Balibunga Makan Debu, PLTU Dan Pemkot Tikep Cuek

1002
cerminhalmahera
PLTU TIKEP (Foto: Musa CH)

TIDORE, CH – Aktifitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sungguh membahayakan nasib warga yang berada di Kelurahan Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Pasalnya, setiap hari warga yang berada disekitar perusahaan itu mengkonsumsi debu akibat pembakaran batu bara dari perusahaan tersebut.

Warga setempat mengaku, semenjak perusahaan tersebut beroperasi, air sumur yang dikonsumsi warga setiap hari berubah warna menjadi kehitaman dan berbusa. Warga juga mengaku tidak bisa menjemur pakain di luar rumah karena akan penuh dengan debu. Tidak hanya sampai di situ, warga yang juga harus bekerja ekstra untuk membersihkan rumah mereka dari kotaran debu 5 kali dalam sehari. “Air sumur kami sudah dicemari kotoran debu, tapi apa boleh buat kami tetap  mengkonsumsi air itu demi kebutuhan,” kata Bahrun, warga  RT 04.RW.02 Rum Balibunga, saat ditemui Cermin Halmahera, Rabu (26/2/2020).

Debu Dari Hasil Pembakaran Baru Bara Yang Setiap Hari Dibersihkan Warga Rum Balibunga (Foto: Musa CH)

Bahrun juga menambahkan, pihaknya tak lagi menyajikan makanan di atas meja, sebab debu yang dihasilkan oleh aktifitas perusahaan dengan cepat menutupi makanan yang ada. “Hanya dalam hitungan menit, makanan itu akan berubah warna,” ujarnya dengan nada kesal.

BACA JUGA  Hadiri Perkawinan, Hama Goyoba Dapat Dukungan Dari Basis Aman Jilid II

Mirisnya, kehidupan warga yang sudah bertahun-tahun dilimuti oleh debu hasil pembakaran batu bara ini tidak mendapat penangana serius baik dari pihak PLTU maupun Pemerintah Kota Tikep. “Pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas apa yang dialami warga. Pemerintah Tikep juga harus mengambil sikap, jangan diamkan kami seperti ini,” tegas warga lainya. (Red)

Reporter: Musa Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here