Wow, Di Desa Laluin Hanya 4 KK Terima BLT, Warga Penyakit Kronis Diabaikan

1535

Panjab Murad, Warga Laluin Penderita Penyakit Kronis Yang Tidak Diberikan BLT Oleh Pemerintah Desa Setempat. (Foto: Nuski CH)


HALSEL, CH- Harapan warga di Desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Propinsi Maluku Utara untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Desa setempat berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya, Pemerintah Desa Laluin hanya memberikan BLT ke 4 Kepala Keluarga (KK) dari 585 KK.

Informasi yang dihimpun Cerminhalmahera.com, penyaluran BLT yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Laluin melalui Kepala DesaViki Salamat, sejak 9 Mei 2020. Diduga, Viki menetapkan jumla KK dan penyaluran BLT tidak melalui Musyawarah Desa (Musdes) sehingga penyaluran BLT terkesan tertutup yang tidak dapat diketahui banyak orang.

Masni, Pendamping Kecamatan Kayoa Selatan saat dikonfimrasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, Kepala Desa Laluin Viki Salamat menyalurkan BLT ke 4 KK tersebut langsung tiga tahap sekaligus dengan masing-masing KK menerima Rp. 1.800.000 untuk tiga bulan (April, Mei, Juni).

“Kami selaku pendamping suda melakukan kordinasi dengan Kepala Desa Laluin Viki Salamat, namun pak kades tetap bertahan katanya cuman itu yang memenuhi 14 kriteria yang wajib menerima BLT di Desa Laluin. Urusan kami sebagai pendamping telah selesai, tinggal bagaimana realisasi Kepala Desa Laluin Viki Salamat,” kata Masni melalui Via Washap.

Jika berdasarkan 14 kriteria untuk menerima BLT, maka data yang digunakan oleh Viki Salamat tampaknya berbeda jauh dengan yang diharapkan masyarakat. Sebab menurut warga, masih banyak warga yang berhak menerima BLT sesuai dengan 14 kriteria berdasarkan Peraturan Menteri Desa, PDTT Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peraturan Menteri Desa, PDTT Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2020.

BACA JUGA  Minimnya Pegawai Bank, Buka Tabungan BRI Di Halsel Antri Hingga Berhari-Hari

Salah satu bukti adalah Panjab Murad salah satu warga Laluin yang terbaring kesakitan akibat penyakit kronis yang dideritanya. Sayangnya, saat ditemui Cerminhalmahera.com, Rabu (13/5/2020) pasien yang  terbaring kesakitan itu mengaku tidak mendapat bantuan BLT tersebut.

Selain itu dua warga lainya, yakni Limung dan Liong yang menjalani karantina mandiri selama 14 hari akibat kontak fisik dengan Almarhum Ruslan M. Nur yang diduga terkena Virus Corona (Covid-19) itu juga mengaku tidak menerima bantuan dari pemerintah desa setempat.

“Masih banyak krteria masyarakat Desa Laluin yang harus dapat BLT, kalu empat KK yang dapat BLT ini masih banyak  kriteria seperti mereka, malah masih banyak yang lebih layak dari mereka (empat KK) ini,” kesal  Arjun Minsar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Sorotan juga datang dari Gafar S. Tuanany.  Mantan anggota DPRD Halsel ini menyebutkan, Desa Laluin merupakan penduduk terbanyak di Kecamatan Kayoa Selatan, secara praktis Desa Laluin juga memiliki banyak orang yang rentang terhadap dampak Covid-19, baik dari sisi aspek mata pencaharian maupun aspek lainya.  “Pertanyaan besarnya apakah penyaluran BLT ini sudah melalui tahapan-tahapan (assesment) ataukah sesuka-suka kepala desa saja sehingga hanya empat KK yang dapat BLT, karena hal ini akan berdampak pada penilaian pemerintah pusat kaitan dengan besarnya jumlah dana desa kedepan, karena dianggap di Desa Laluin tidak ada orang miskin, tidak ada orang yang kena dampak Covid-19, dalam kaitannya dengan pemberian BLT,” ujarnya melalui sambungan telpon.

BACA JUGA  Puskesmas Saketa Target Vaknisasi 7053 Orang

Camat Kayoa Selatan Nasarudin S. Tuanany, saat dihungi via telpon mengaku belum menerima data yang berhak menerima BLT dari Desa Laluin. Padahal menurut camat, satu minggu sebelum BLT disalurkan, data penerima BLT sudah harus sampai ke pemerintah kecamatan untuk dipelajari. Namun hal ini tidak dilalui oleh Viki Salamat. Bahkan camat menilai, apa yang dilakukan oleh Viki Salamat ini hanya semata-mata untuk menghindari adanya pemotongan DD oleh pemerintah pusat di tahun berikutnya apabila tidak menyalurkan BLT.

“Penyaluran BLT kepada 4 kepala keluarga di Desa Laluin oleh Kepala Desa Viki Salamat, dinilai bahwa ini merupakan bagian dari pemerintah menghindari adanya pemotongan Dana Desa berikutnya, karena sesuai dengan regulasi apabila tidak dilakukan penyaluran BLT, maka setengah dari anggaran Dana Desa akan dipangkas oleh pemerintah pusat dalam hal ini kemendes sebesar 50 persen dari Dana Desa, regulasi tersebut bisa dilihat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40 Tahun 2020,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Laluin Viki Salamat saat dikonfirmasi melalui pesan Watshap maupun Short Message Service (SMS) terkait dengan penyaluran BLT ini, lagi-lagi belum ada tanggapan balik.

Sekedar diketahui hadir dalam penyaluran BLT tersebut, Sekretris Camat , Saad Domu dan Idrus  selaku Bhabimkantibmas. (Red)

Reporter: Nuski A. Saban

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here