Diduga Korban Politik, 17 Orang Tenaga Kesehatan Di RSUD Tobelo Diberhentikan

1056

RSUD Tobelo (Foto: Istimewa)


TOBELO, CH – 17 orang tenaga kesehatan di RSUD Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) bernasib sial. Mereka diberhentikan dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.

Pihak RSUD memberhentikan mereka dengan alasan di rumahkan untuk mengirit anggaran pembiayaan serta masalah kinerja.

Namun alasan tersebut dinilai tidak masuk akal oleh tenaga kesehatan yang berstatus kontrak yang ikut dirumahkan ini.

Salah satu dari mereka menuturkan, dia bersama rekan-rekanya itu dirumahkan tanpa sepengetahuan dari masing-masing ketua ruangan mereka.

“Kemarin kami dipanggil dengan alasan masalah kinerja, yang jelas ada evaluasi kinerja juga, padahal kalau alur penilaian itu dari kepala ruangan, baru bikin pengusulan ke RSUD baru direkomendasikan ke badan kepegawaian baik buruk nya kinerja kami, sementara ketua ruangan kami juga tidak tahu soal ini,”katanya, Senin (01/03/2021).

Sementara alasan kedua adalah krisis keungan daerah. Namun anehnya, pihak RSUD kembali melakukan perekrutan tenaga kesehatan dengan status kontrak.

“Tapi kalau mereka (RSUD) bilang pres anggaran, kenapa ada banyak penerimaan baru lagi itu yang kami pertanyakan, jadi alasan mereka kami dirumahkan itu bagi kami tidak tepat,”kesalnya.

BACA JUGA  HUT Ke-4 Kepemimpinan Bupati Dan Wakil Bupati Halut Berjalan Sukses

Para tenaga kesehatan yang rata-rata sudah mengabdi sebagai pegawai IGD, Perawat, Bidan, BPJS dan Cleaning Service ini sudah mengabdi di atas 5 tahun. Pemberhentian ini juga tanpa melalui surat, melainkan via hand phone.

“SK yang baru sudah ada, jadi dari kami 17 orang ini dirumahkan nama kami sudah tidak ada, SK juga tidak kami terima, hanya melalui lewat telepon saja bahwa kami dirumahkan,” akunya.

Tak merasa puas dengan kebijakan RSUD yang diduga suda terkontaminasi dengan persoalan politik ini, akhirnya langsung direspon oleh pihak DPRD setempat.

“Sikap DPRD bahwa akan dilakukan rapat degan pihak RSUD dan BKD jam dua siang (siang tadi), hasilnya kami belum pastikan, kami datang hanya memenuhi panggilan saja dari DPRD,” tukasnya.

Para tenaga kesehatan ini berharap, meskipun mereka tidak lagi dikembalikan untuk bertugas, pihak RSUD segera menyelesaikan hak-hak mereka yang belum terbayar. (Red)

Rustam gawa

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here