Ini Penjelasan Kadis PUPR Haltim Terkait Ruas Jalan Bicoli-Bim Yang Dipersoalkan Irfan Karim

Kadis PUPR Haltim, Revolino Merbas Beserta Jajaranya Saat Turun Lapangan
HALTIM, CH- Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPRD Halmahera Timur, Irfan Karim soal ruas jalan Bicoli-Bim yang menuai sorotan warga, akhirnya mendapat tanggapan balik dari Kepala Dinas PUPR Halmahera Timur, Revolino Merbas.
Kepada wartawan, Revolino menjelaskan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025, semua pemerintah baik kabupaten kota diminta untuk memasukkan seluruh ruas jalan di kabupaten yang akan dibangun, termasuk di Halmahera Timur.
“Kami sebagai dinas tehnis, semua ruas jalan mulai dari Sakakube sampai Sondo sondo termasuk ruas jalan Bicoli-Bim yang menjadi skala prioritas kami sudah usulkan di tahun anggaran 2025. Jadi yang disampaikan oleh Pak Irfan Karim itu tidak benar, jika kami tidak mengusulkan di 2025,” bantah Revolino, Kamis (28/8/2025).
Terkait pernyataan Irfan Karim tentang ruas jalan Bicoli-Bim yang tidak di bangun tahun ini. Sebagai dinas tehnis, kata Revolino pihaknya tidak punya kapasitas untuk menentukan ini harus dibangun atau tidak. Sebab yang menentukan adalah Pemerintah Pusat sesuai hasil kajian.
“Yang menentukan jalan ini segera dibangun atau tidak haknya kementrian Bappenas dan kementrian PUPR Pusat, karena ini anggaran APBN, bukan APBD. Kami hanya mengusulkan,” tegasnya.
Lanjut Revolino, Pemerintah Daerah dibawah kepemimpinan Bupati Hi. Ubaid Yakub dan Anjas Taher berkomitmen untuk membangun seluruh akses jalan yang ada di Halmahera Timur, termasuk ruas jalan Bicoli-Bim.
“Terbukti 2024, ruas jalan Bim-Sowoli telah dibangun melalui inpres ,hanya saja yang punya kewenangan untuk ruas jalan inpres yang mau dibangun itu keputusan ada di kementrian Bappenas dan kementrian PUPR Pusat,” tegasnya.
Dia juga membantah pernyataan Irfan Karim tentang penyampaian informasi yang tidak akurat ke Bupati H. Ubaid Yakub. Sebagai bawahan, Revolino mengaku bekerja semaksimal mungkin sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati, Ubaid-Anjas.
“Tidak mungkin saya mau bicara bohong ke pimpinan saya,” bantahnya. (Ady)







