Soal Adat, Sultan Tidore Sebut Rudy Erawan Lebih Peduli Daripada Ubaid Anjas

Sultan Tidore, Husain Alting Sjah Berziarak ke Makam Sultan Zainal Abidin di Desa Bicoli

HALTIM, CH- Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, tampak kesal dengan para pejabat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Kekesalan ini muncul disaat berlangsungnya acara Forum Adat ke II Sangaji Bicoli.

Husain Alting ikut kesal lantaran acara dengan tajuk “Sangaji Bicoli Panggil Pulang” yang berlangsung di Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Rabu (21/1/2025), ini tidak ada satupun pejabat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur yang terlihat batang hidungnya.

Jangankan para pejabat teras Kantor Bupati Halmahera Timur, Camat Maba Selatan, Nasrun Wom bersama sejumlah kepala desa di wilayah Maba Selatan juga tidak kelihatan.

“Saya mau sebut camat tapi sudalah nanti lain kali saja,” ucap Husain Alting, saat menyampaikan hormat ke para tamu undangan di awal sambutanya.

Lanjut Husain Alting, Adat baru akan diperlukan oleh para pejabat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur jika ada konflik (yang berkaitan dengan adat Kesultanan Tidore). Sebaliknya adat akan diabaikan oleh Pemerintah Daerah jika tidak ada persoalan.

“Tetapi ketika situasi normal, pemerintah daerah tara faduli dengan perangkat adat yang ada,” ujarnya.

Dia lantas membandingkan, mantan Bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan dengan Bupati H. Ubaid Yakub dan Wakil Bupati, Anjas Taher saat ini. Merutnya, pada saat Rudy Erawan masih menjabat sebagai bupati, dirinya diminta oleh Rudy untuk menyelesaikan sengketa batas wilayah Kabupaten Halmahera Timur dengan Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kalu Rudy Erawan saya memaklumi, karena beliau adalah bukan putra daerah tapi beliau masih mau peduli. Tapi ini putra daerah (Ubaid-Anjas), sampe pada camat juga tara mau hadir. Ini ada apa,” kesalnya.

Sultan Tidore ini meminta untuk tidak dihormati. Kerena bagi dia, kehormatan itu datang dari Allah SWT. Ia hanya mengingatkan, agar putra daerah yang berada dibawah wilayah Kesultanan Tidore agar bisa mengenal jati dirinya sendiri.

“Kalu ngoni (Ubaid-Anjas) tara hargai adat saya tara tau apa yang akan terjadi. Kalu adat ini dia tarada, apa Indonesia ini dia ada atau tidak ada. Tolong ucamkan ini baik-baik nanti sampaikan di pak ubaid atau sampaikan di pak anjas,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kerajaan Tidore ini mengaku, sejauh ini ia belum membantu sedikutpun ke Ubaid-Anjas. Tapi ketika ada masalah dirinya akan ikut membantu. (Ady)

Show More
Back to top button