Polsek Galela Panggil IPMN Dan Kades Ngidiho Soal Aksi

476

Pose Bersama Kapolsel Galela Iptu Rezza Muhammad Fajrin Bersama IPMN, Kamis (7/5/2020) (Foto: Rustam CH)


TOBELO,CH – Pihak Polsek Galela Polres Halmahera Utara (Halut) akhirnya memanggil Ikatan Pelajar Mahasiswa Ngidiho (IPMN) bersama Kepala Desa Ngidiho untuk dimintai klarifikasi tentang aksi di depan Kantor Desa Ngidiho baru-baru ini yang berakhir ricuh.

Dihadapan pengurus IPMN dan Kepala Desa Ngidiho, Kapolsek Galela IPTU Rezza Muhammad Fajrin mengatakan, pihaknya ikut sesalkan aksi yang berakhir rucuh tersebut. Menurut kapolsek, hal serupa tak harus terjadi di tengah-tengah masa pandemi Covid-19, karena telah bertentangan dengan maklumat kapolri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami selaku pihak kepolisian selalu mengutamakan keselamatan masyarakat dan salah satu poinnya adalah tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan yang dapat menyebabkan berkumpulnya massa, dan aksi ini juga bisa berdampak luas bagi masyarakat desa lain sehingga aksi unjuk rasa yang dilakukan kemarin dapat dijadikan dasar untuk masyarakat desa lain agar tidak melaksanakana aksi unjuk rasa yang sama ditengah Covid-19,”kata Rezza di Kantor Polsek Galela, Kamis (6/5/2020).

BACA JUGA  Pemda Halut Minta LBH Kepton Hentikan Aktifitas

Lanjutnya, dalam aksi kemarin juga ada beberapa prosedur yang terlewatkan seperti yang telah diamanatkan oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum yang menyebutkan pemberitahuan diberikan paling lambat 3 x 24 jam sebelum aksi digelar. Surat pemberitahuan berisi maksud dan tujuan, tempat, lokasi, dan rute, waktu dan lama, bentuk, penanggung jawab, nama dan alamat organisasi, kelompok atau perorangan, alat peraga yang dipergunakan, dan atau jumlah peserta.

“Dilain sisi walaupun prosedurnya sudah dipenuhi tapi karena telah dikeluarkan maklumat kapolri tetap saja aksi tidak bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Galela agar tidak ada lagi yang melaksanakan aksi seperti yang telah terjadi demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

“Jika ada yang masih ┬ámelakukan aksi di tengah-tengah penyebaran Covid-19 maka kami tidak segan-segan akan menahan orang-orang yang melakukan aksi,” tegasnya.

Sementara itu, Sahrul Kaeno selaku pengurus IPMN meminta maaf kepada pihak kepolisian terkait dengan aksi yang telah dilakukan kemarin karena telah melanggar maklumat kapolri.

BACA JUGA  Di Halut, ODP Dan OTG Mengalami Peningkatan

“Kami meminta maaf kepada masyarakat Gelela khususnya mahasiswa kami tidak melakukan aksi pada masa pandemi covid-19 ini, demi menjaga kedamaian di desa,” ucapnya. (Red)

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here