Sebanyak 53 Napi Dapat Remisi Pada Hari Raya Idul Fitri

Suasana Pemberian Remisi
HALUT, CH – Suasana haru dialami oleh 53 narapidana di Lapas Gorua. Mereka diberi remisi atau pengurangan masa hukuman, di Hari Raya Idul Fitri 1446H/2025 Masehi.
Bincang-bincang media ini dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tobelo, Indra Yudha, Jumat, (04/04/25), di kediamannya, di Desa Gorua Selatan, terungkap bahwa pada Lebaran tahun 2025 ini, ada 53 nara pidana yang mendapat remisi khusus atas masa tahanan mereka.
“Ada 53 napi yang mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman mereka dengan rinciannya, yang dapat pengurangan 15 hari : 4 orang, 1 bulan : 40 orang, 1 bulan 15 hari : 8 orang, 2 bulan : 1 orang. Semuanya beragama Muslim dan ini adalah Remisi Khusus,” sebut Indra.
Dipaparkan lebih lanjut, total warga binaan yang ada di Lapas Gorua sebanyak 189 orang dan yang Muslim ada 83 orang. Dari jumlah ini, 30 orang tidak dapat remisi karena status mereka masih tahanan. Yang mendapat remisi adalah mereka yang sudah final ditetapkan dan minimal sudah menjalani 6 bulan masa tahanan, berkelakuan baik, mentaati aturan dengan baik dan aktif mengikuti kegiatan selama berada di Lapas.
Pada kesempatan itu, Indra juga mengungkapkan bahwa kendala saat ini yang dihadapi pihak Lapas ada masalah BPJS karena cukup banyak warga binaan yang sakit dan dirujuk ke Rumah Sakit, namun tidak bisa menggunakan BPJS dan hanya menggunakan dana sendiri, padahal biayanya cukup besar.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk hal ini. Dan akhirnya kendala yang kami hadapi terkait persoalan ini, mulai bisa diatasi dengan kebijakan yang diambil oleh Bupati baru yang telah membayar tunggakan BPJS sehingga warga binaan di Lapas bisa berobat dengan mempergunakan BPJS,” ungkap Indra.
Tak lupa pada kesempatan ini, Indra juga memberikan apresiasi yang sangat positif dan ucapan terima kasih kepada Pemda Halut, lebih khusus Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan yang telah membantu warga binaan.
“Dengan Dinas Pertanian dan Kesehatan, kami ada komunikasi yang baik, seperti bantuan dari Dinas Pertanian, pemberian bibit, pupuk dan pelatihan-pelatihan yang sangat membantu warga binaan. Dari Dinas Kesehatan, bantuan berupa obat-obatan dan pengobatan gratis dari dokter THT dan dokter gigi yang sangat bermanfaat bagi warga binaan,”papar Indra.
Ke depan, Indra berencana untuk bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Halut untuk mendapatkan paket A, B dan C bagi warga binaan, karena cukup banyak yang putus sekolah. (Eby)







