Bantuan Kendaraan Pengangkut Sampah Jadi Pajangan Rumah

376

Bantuan Kendaraan Pengangkut Sampah

TIDORE,CH- Miris, bantuan kendaraan roda tiga untuk kepentingan masyarakat tidak disalurkan. Bahkan kendaraan tersebut terlihat parkir di depan halaman rumah milik ketua BKM Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bagaikan pajangan. Hal ini menuai reaksi dari warga yang ada di kelurahan Rum Kecamatan Tidore Utara.

Warga meminta agar bantuan dari LSM Kotaku Propinsi Maluku Utara ke warga Keluarahan Rum melalui BKM Sarimalaha tersebut segara disalurkan ke warga untuk digunakan sesuai juknis yakni sebagai kendaraan pengangkut sampah. Pasalnya, pengadaan dua unit kendaraan roda tiga dengan harga Rp. 120 juta itu dibeli sejak 2018 lalu.

Ketua BKM Sarimalaha, Nurnawi Habib saat dikonfirmasi mengatakan, jika bantuan tersebut bukan lagi tanggung jawab BKM Sarimalaha, melainkan tanggungjawab Pemerintah Kelurahan setempat. “Karena kami sudah serahkan ke pihak kelurahan,”kata Nurnawi, saat ditemui wartawan, Jumat (4/10/2019).

Terpisah, Kepala Kelurahan Rum H.Esa Folasimo membantah, jika kendaraan tersebut telah diserahkan ke pihah kelurahaan. Sebab menurut Esa, pada saat penyerahaan dirinya hanya menerima sebuah kertas.  “Memang sudah dilakukan akan tetapi yang diterima oleh kami pihak kelurahan bukan aset berupa motor pengangkut sampah melaikan kertas penyerahan saja,”akunya.

BACA JUGA  Cegah Corona Polsek Tidore Utara Gelar Himbauan, Di Haltim TNI-Polri Lakukan Penyemprotan

Untuk itu, Esa mengaku pihaknya tidak bisa menjawab pertanyaan masyarakat terkait kendaraan pengangkut sampah yang tidak ada di kelurahan, melainkan berada di garasi rumah ketua BKM Sarimalaha. Esa nampaknya keberatan untuk menerima bantuan tersebut. Pasalnya, untuk mengeporasikan kendaraan itu harus membutuhkan biaya operasional. Sementara penyerahan bantuan itu tidak disertai dengan biaya operasion.

“Jika asetnya diserahkan ke pihak kelurahan kemana kami mengambil biaya operasionalnya, sebab ada biaya operasional yang begitu besar dari BKM untuk kendaraan ini. Jadi harus ada keterbukaan antara pihak kelurahan dan pihak BKM supaya tidak saling curiga satu dengan yang lain, agar apa yang sudah di sepakati bersama bisa terlaksana,” pungkasnya. (Red)

Reporter: Musa Abubar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here