Tidore Percepat Pembangunan Rumah Rakyat, Pemerintah Pusat dan Provinsi Ikut Dukung

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Budi T. Mutafa
TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mempercepat program pembangunan rumah rakyat sebagai bagian dari visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Budi T. Mutafa, menegaskan bahwa target pembangunan berjalan sesuai rencana dengan dukungan dari berbagai pihak.
Tahun ini, melalui APBD, dibangun 8 unit rumah ditambah 1 unit khusus bagi warga terdampak bencana. Dari total tersebut, 1 unit telah rampung, sementara 7 unit lainnya sedang dalam proses penyelesaian.
Kota Tidore Kepulauan juga menerima bantuan RTLH melalui APBD Provinsi Maluku Utara sebanyak 50 unit, yang mencakup pembangunan baru, perbaikan kembali, serta pengadaan dapur sehat. Bantuan ini kini menunggu distribusi kepada masyarakat. Tak hanya itu, Kota Tidore turut menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP, yang turun melalui usulan resmi Pemda, meski jumlah unit masih menunggu SK penetapan dari pusat.
“Semua bantuan disalurkan dalam bentuk material, bukan uang tunai. Masyarakat menerima bahan sesuai kebutuhan, dan setiap pekerjaan diawasi tim fasilitator agar tepat sasaran,” tegas Budi.
Untuk program BSPS, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp25 juta per unit, dengan rincian Rp20 juta untuk material dan Rp5 juta untuk upah kerja. Lokasi penerima di antaranya Kelurahan Bobo dan Gubukusuma, yang diusulkan melalui Kementerian Sosial.
Tak hanya fokus pada pembangunan unit baru, Pemkot juga melakukan evaluasi program lama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kunjungan kerja ke Tidore, Jumat (12/9), Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd., meninjau langsung calon penerima Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (BAPA) di Kelurahan Bobo. Pemkot optimistis, jika SK resmi segera terbit, pembangunan rumah layak huni dapat dimulai pada akhir bulan ini.
“Intinya, Tidore bergerak maju. Bantuan turun, rumah terbangun, dan masyarakat tinggal merasakan hasilnya,” pungkas Budi







