Tim Peneliti Universitas Hein Namotemo Tingkatkan Model Pemberdayaan ke Kelompok Nelayan di Desa Tioua Tobelo Selatan

Suasana Kegiatan

HALUT, CH- Upaya meningkatkan kesehatan kerja dan meminimalisir kecelakaan kerja khususnya nelayan, tim penelitian Universitas Hein Namotemo (UNHEINA) Halmahera Utara, melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan Pengembangan Model Pemberdayaan Kelompok Nelayan Pajeko di Desa Tioua Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara.

Tim kegiatan tersebut yaitu, Olivia Asih Blandina, S.Kep.,MPH, Febrina Olivia Akerina,S.Pi.,M.Si dan Oktadwilaras A.P. Papuling,S.Ds.,MM serta beberapa mahasiswa Unhena. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan salah satu kelompok nelayan pajeko Desa Tioua melalui pengembangan model pemberdayaan berbasis kesehatan kerja dan keselamatan laut.

Kordinator kegiatan Olivia Asih Blandina, mengatakan bahwa tujuan khusus kegiatan tersebut meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam mengenali risiko kerja, penggunaan alat pelindung diri secara tepat, pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan di laut, serta pembentukan kader keselamatan laut sebagai agen perubahan di tingkat komunitas.

” Jadi, Program ini selaras dengan SDGs Tujuan 3 (kehidupan sehat), Tujuan 8 (pekerjaan layak), dan Tujuan 14 (ekosistem laut), serta mendukung IKU perguruan tinggi, Asta Cita pembangunan nasional, dan fokus RIRN bidang kesehatan masyarakat dan keselamatan kerja,” jelasnya.

Olivia juga menyampaikan kegiatan tersebut menawarkan solusi bersifat terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan mitra. Pada aspek produksi, kegiatan meliputi edukasi kesehatan kerja dan keselamatan laut berbasis komunitas, pelatihan penggunaan alat pelindung diri, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan di laut, serta penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman nelayan pajeko. Pada aspek manajemen usaha dan keberlanjutan, dilakukan penguatan manajemen kelompok berbasis keselamatan kerja, pembentukan dan pelatihan kader keselamatan laut, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah desa dan puskesmas setempat.

” Dengan metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang partisipatif dan berkelanjutan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan
evaluasi.,” Ungkapnya.

Sementara, sambungnya. Teknologi dan inovasi yang diterapkan meliputi alat pelindung diri nelayan, kotak pertolongan
pertama di perahu, media edukasi visual keselamatan laut, serta inovasi sosial berupa kader keselamatan laut. Luaran yang ditargetkan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan, perubahan perilaku kerja yang lebih aman, penurunan risiko kecelakaan kerja, serta terbentuknya sistem keselamatan
laut berbasis komunitas yang berkelanjutan di salah satu kelompok nelayan Desa Tioua.

“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung Asta Cita ke-4 tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia melalui penguatan kapasitas nelayan pajeko sebagai kelompok masyarakat produktif di wilayah pesisir. Penguatan SDM difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kerja aman nelayan dalam penerapan kesehatan kerja dan keselamatan laut,” pungkas Olivia.

Kegiatan tersebut, diawali dengan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan kapasitas nelayan untuk membangun pemahaman tentang pentingnya kesehatan kerja dan keselamatan laut sebagai bagian dari profesionalisme kerja. Selanjutnya dilaksanakan edukasi kesehatan kerja dan keselamatan laut untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengenali risiko kerja dan dampak kesehatan akibat kerja.

“Penguatan keterampilan dilakukan melalui pelatihan penggunaan alat pelindung diri dan penerapan prosedur kerja aman, disertai simulasi kerja di atas perahu. Selain itu, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan di laut diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan nelayan dalam menghadapi kondisi darurat,” ucap Olivia.

Show More
Back to top button