Audiensi Fofa Bati–Dinas Pendidikan, Upaya Nyata Revitalisasi Bahasa Tidore di Sekolah

Foto Bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Jamil Hadi, Forum Faduli Bahasa Tidore (FOFA BATI
TIDORE, CH – Forum Faduli Bahasa Tidore (FOFA BATI) melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan dalam rangka mendorong revitalisasi dan penguatan Bahasa Tidore di lingkungan pendidikan, Rabu (29/4/2026).
Audiensi Fofa Bati ini disambut baik oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, yang juga mengapresiasi langkah FOFA BATI dalam pelestarian bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidore.
Menurut Jamil Hadi, inisiatif Fofa Bati merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pelestarian Bahasa Tidore sekaligus menjadi kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Kota Tidore Kepulauan.
“Harapan dalam audiensi ini adalah agar saran dan masukan terkait pengembangan bahasa daerah dapat meningkatkan kualitas, terutama dari sisi tenaga pengajar dan bahan ajar pada tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan Bahasa Tidore di sekolah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas bahasa, dan tenaga pendidik agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami juga berharap forum peduli bahasa dapat terus meninjau kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya dalam penguatan Bahasa Tidore,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Fofa Bati, Yusuf Khairun, S.Pd., menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Tidore perlu dilakukan secara terstruktur melalui dunia pendidikan.
“Melalui audiensi ini, kami berharap ada kolaborasi kuat dengan Dinas Pendidikan untuk mendorong penguatan Bahasa Tidore di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan gagasan terkait pengembangan Bahasa Tidore, baik dari sisi tenaga pengajar maupun penyediaan bahan ajar.
Audiensi Fofa Bati dengan Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan program konkret penguatan Bahasa Tidore di sekolah, sehingga bahasa daerah tetap lestari dan terus digunakan oleh generasi muda.







