Tim DVI Polda Malut Temukan Dugaan Tulang Rahang Milik Dua WNA Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono

Wakapolda Maluku Utara di RSUD Tobelo

HALUT, CH – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku Utara berhasil menemukan dugaan tulang rahang milik dua warga negara asing (WNA) Singapura korban erupsi Gunung Dukono Galela Halmahera Utara. Senin 10 Mei 2026.

Serpihan tersebut sebelumnya berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dari kawasan erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara. Proses pemeriksaan dan identifikasi dilakukan di RSUD Tobelo, Senin 11 Mei 2026.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun yang didampingi oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Utara Selpianus H. Kaya, serta Wakil Direktur Diklat, Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi RSUD Tobelo dr. Janta Bony. Bersama awak media lainnya.

Menurut Wakapolda,kondisi korban mengalami kerusakan berat akibat paparan langsung material vulkanik panas saat letusan terjadi di kawasan kawah Gunung Dukono. Tim juga menemukan bagian rahang, dan itu menjadi titik awal untuk proses identifikasi melalui tes DNA.

“Sampai saat ini Tim DVI masih berfungsi memastikan identitas masing-masing korban yang diduga mengarah ke Timothy maupun Shahin.Karakteristik wajah setiap orang tentu berbeda sehingga pemahaman harus dilakukan secara ilmiah,” ungkapnya.

Wakapolda menjelaskan bahwa kondisi korban yang terkena langsung material vulkanik panas membuat identifikasi tidak dapat dilakukan hanya melalui pengenalan fisik.Awalnya.kami berharap kondisi korban lebih utuh, tetapi situasi di lapangan memang sangat berat akibat material vulkanik panas.

Pemerintah Indonesia bersama perwakilan Singapura, lanjut dia, juga telah menyepakati mekanisme penyerahan korban kepada pihak keluarga setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.Setelah semuanya terang dan jelas, pihak keluarga akan menerima secara resmi melalui tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo Halmahera Utara.

Keterangan Saksi selamat bernama Reza, kedua korban diduga terkena langsung batu vulkanik waktu berada paling dekat dengan kawah Gunung Dukono.Material yang menghantam korban berupa batu vulkanik berdiameter sekitar dua meter dengan suhu yang mencapai 700 derajat Celsius.

Dalam situasi tersebut, Timothy sempat berusaha menyelamatkan Shahin.Korban sempat ingin membantu rekannya dan melakukan resusitasi jantung paru atau CPR sebelum akhirnya tertimpa debu serta batu vulkanik panas.

Wakapolda Stephen mengatakan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan keluarga korban yang masih terpukul atas tragedi tersebut.

Proses pemeriksaan DNA diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu. Meski demikian, pihak kepolisian berupaya mempercepat proses identifikasi agar identitas korban segera diterima keluarga.

Polisi juga masih mendalami kronologi pendakian yang dilakukan saat status Gunung Dukono berada pada Level II atau waspada dan juga tengah mencatat sejumlah aktivitas open trip lain yang diduga membuka jasa pendakian secara perorangan untuk menawarkan layanan pendakian ke kawasan Gunung Dukono Halmahera Utara. (Eby)

Show More
Back to top button