Akses Keluar Masuk Tikep Ditutup

325

Walikota Tikep, H. Ali Ibrahim Bersama Wakil Walikota, Muhammad Sinen Saat Konfrensi Pers, Senin (4/5/2020)


TIDORE, CH – Pemerintah  Kota Tidore Kepulauan (Tikep) akhirnya mengambil langka tegas penutup akses keluar masuk di Pulau Tidore untuk memutuskan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terus meluas di kota tersebut.

Keputusan ini disampaikan  melalui rapat terbatas antara Walikota Capt. H. Ali Ibrahim MH, Wakil Walikota Muhammad Senin, SE, Sekda Drs. H. Asrul Sani Soleiman, M.Si bersama  Tim Gugus Tugas Covid-19 di Aula Sultan Nuku, Kantor Walikota Tidore, Senin, (4/5/2020).

“Kami sudah putuskan bahwa, penutupan jalur transporasti laut baik itu speed boat, motor kayu dan lainnya, dari dan ke wilayah Kota Tidore Kepulauan termasuk dari Kota Tidore ke Ternate maupun dari Ternate ke wilayah Kota Tidore Kepulauan, mulai berlaku pada tanggal 14 sampai dengan 27 Mei 2020,” terang Ali Ibrahim saat melakukan konfrensi pers.

Menurut Ali Ibrahim,  langkah ini diambil untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Kota Tidore. Apalagi menjelang Idul Fitri akan terjadi lonjakan arus orang dari dan ke wilayah Kota Tikep.

BACA JUGA  Pemkot Tikep Resmikan Rumah Pastori Di Oba Tengah

Untuk itu, Ali meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tikep agar bekerja maksimal sekaligus melakukan sosialisasi di tingkat masyarakat sehingga pemberlakukan penutupan jalur masuk keluar di Tidore ini berlangsung lancar.

Penutupan akses ini tidak termasuk transportasi atau kendaraan terkait penanganan Covid-19, seperti untuk medis, bahan sembako, BBM, pasukan pengamanan, aparat TNI dan Polri, kebutuhan BUMN dan petugas pemerintahan yang menangani Covid-19.

Wakil Walikota Muhamad Sinen, SE, menjelaskan bahwa penutupan transportasi laut ke Tidore dan ke Ternate tersebut akan berdampak secara ekonomi kepada msayarakat luas.

Untuk itu, Pemerintah Kota bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 telah menghitung kemampuan keuangan daerah untuk membantu biaya hidup masyarakat yang terdampak langsung selama satu bulan ke depan.

“Pemerintah Daerah akan menanggung biaya hidup masyarakat selama satu bulan, akibat dari penutupan jalur laut masuk dan keluar Tidore. Meskipun penutupan hanya selama 14 hari, tetapi pemerinta daerah tanggung biaya hidup masyarakat satu bulan diluar PNS, anggota TNI, Polri, pengusaha dan pensiunan,” terangnya.

BACA JUGA  Tamir Masjid Al-Furkan Dan TPQ Ome Gelar Pawai Obor

Muhammad Senin meminta semua pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama serta keikhlasannya untuk mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tidore. Apalagi saat ini sudah ditemukan kasus transmisi lokal positif Covid-19 di Kota Ternate, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan upaya cepat untuk mencegah.

Sekeretaris Daerah (Sekda) Kota Tikep, Asrul Sani Soleman dalam membacakan hasil keputusan rapat dihadapan wartawan menjelaskan bahwa penutupan jalur laut tersebut tidak termasuk jalur Loleo—Tidore dan Sofifi—Tidore maupun sebaliknya.

Asrul menyebutkan dari total 33.111 kepala keluarga (KK) di Kota Tikep, yang berhak mendapat bantuan biaya hidup akibat penutupan jalur selama 14 hari tersebut hanya sebanyak 18.631 KK setelah dikurangi jumlah KK dari PNS, TNI, Polri, pengusaha dan pensiunan.

“Masing-masing kepala keluarga akan mendapat bantuan biaya hidup dalam bentuk barang sebesar Rp. 665.000.- dari jumlah total keseluruhan sebesar Rp. 12.389.000.615,” sebutnya. (Red)

Reporter: Musa Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here