Banjir Di Halut Dua Rumah Hanyut Dan Ratusan Warga Mengungsi

326

Ratusan Warga Desa Roko Yang Mengungsi Di Gedung Doa (Foto: Rustam CH)


TOBELO,CH – Banjir disertai longsor yang terjadi di Kecamatan Galela Barat, Sabtu (16/1/2021), akibat hujan deras menyebabkan  rumah warga terbawa arus dan ratusan warga di Desa Roko terpaksa harus diungsikan ke tempat yang dianggap aman.

Informasi yang dihimpun Cerminhalmahera.com di lokasi kejadian,  musibah alam itu menyebabkan dua rumah milik Epesus Palli (41) dan Klemen Muri (28) terbawa arus banjir dan 213 Kepala Keluarga (KK) diungsikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Saya sudah trauma karena gunung dibelakang rumah itu longsor saya liat seperti Tsunami yang datang,”kata salah satu warga pengungsian, Levina Laike (50), saat ditemui awak media Cerminhalmahera.com, Minggu (17/1) di tempat pengungsian.

Kasi Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD)  Halut, Iwan Jendari mengatakan, akibat dari deras hujan seharian mengakibatkan terjadi luapan sungai Tiabo hinggah terjadi banjir. Masyarakat Desa Roko terpaksa harus dievakuasi  ke Desa Duma Kecamatan Galela Barat, tepatnya di Gedung Doa. “Sebanyak 213 KK yang mengungsi sementara ini,”kata lwan.

BACA JUGA  Hujan Deras, Pemukiman Warga Di Desa Jati Nyaris Tenggelam

Lanjut Iwan, meskipun masih dalam kondisi yang belum stabil, sebagian warga yang mengungsi masih menginginkan balik ke desa mereka yang terdampak banjir. Namun pihak BPBD bersama Pemerintah Desa Roko tetap mengimbau untuk tetap bertahan, disebabkan dengan cuaca yang masih buruk, sehingga menjadi antisipasi jika terjadi banjir dan longsor susulan.

“Untuk pengungsian ini kan ada yang rasa berat ada juga yang tidak, sehingga masih dikoordinasikan, sehingga kami tetap menghimbau agar masyarakat tetap bertahan,”ujarnya.

Masih menurut Iwan, warga mengungsi atas arahan pemerintah desa setempat, karena jauh sebelum diterpa banjir pihak BPBD sudah melakukan simulasi di desa tersebut sekaligus menjadi percontohan ketika terjadi bencana alam.

Sementara itu Sekretaris Desa Roko, Fridowinan Palli saat berada dilokasi pengunsian  membenarkan, dua rumah milik warganya itu hanyut dibawa banjir. Dia belum bisa menaksirkan kerugian materil  masyarakat akibat banjir tersebut.

“Ia benar, itu akibat dari luapan sungai Tiabo dan sungai-sungai kecil hingga mengakibatkan banjir dan longsor,” tukasnya. (Red)

BACA JUGA  Ketua DPRD Halut Minta Bupati Copot Kepala DPMD

Rustam gawa

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here