DPRD Tikep Study Banding Di Morotai, Muhammad: Itu Study Banding Apa ?

Anggota DPRD Tikep Saat Disambut Oleh Pemerintah Pulau Morotai


TIDORE, CH – Studi banding anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan (Tikep) di Kabupaten Pulau Morotai menuai sorotan. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, sudah melakukan perjalanan ke luar daerah.

Muhammad Naoval Adam, salah satu masyarakat Kota Tikep ini ikut mempertanyakan, perjalanan wakil rakyat ke Pulau Morotai ini dalam agenda apa. Apalagi ditengah Covid-19, serta kondisi keuangan daerah yang mengalami refocusing.

“Itu studi banding apa, materi studi bandingnya apa disana (Morotai), apa yang kita bandingkan dengan Morotai, apalagi saat masih covid dan refocusing tapi masih paksa untuk pergi keluar daerah,” tanya Naoval, ke wartawan media ini, Rabu (16/6/2021).

Lebih lanjut, kata Noval apa yang dicari oleh Anggota DPRD Kota Tikep di Morotai. Sehingga Ketua beserta anggota DPRD ini masih saja nekat melakukan studi banding yang kedua kalinya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Tikep, Ahmad Ishak saat dikonfirmasi via telephone terkait agenda studi banding ke Morotai selama tiga hari itu. Menurut Ahmad, Kabupaten Pulau Morotai menjadi tempat studi banding, lantaran banyak mendapat penghargaan dari pemerintah pusat.

Ahmad menambahkan, kunjungan 25 Anggota DPRD ke Morotai tersebut masing-masing komisi dengan agendanya masing-masing. Komisi I agenda pendidikan, Komisi II dengan pengelolaan tol laut dan Komisi III masalah pelayanan kesehatan.

“Sekolah terpadu unggulan itu diakui, dan itu Komisi I ingin melihat itu dengan berdiskusi dengan pemerintah setempat, langsung dengan Bupati dan Kepala Dinas, kemudian kita meninjau langsung sekolahnya, melihat respon peserta didiknya bagaimana dan itu menjadi contoh, ini yang kita berdiskusi dengan Pemda Tidore setelah pulang nanti, dan tidak akan keluar dari visi misi Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen,” ungkap Ahmad.

Sementara Komisi II, kata Ahmad lebih menyoroti pengelolaan tol laut, hal itu dikarenakan pengelolaan tol laut di Kabupaten Pulau Morotai mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, karena dari Kabupaten/Kota yang ada di Maluku Utara, hanya Morotai yang tol lautnya datang dan pulang syarat dengan muatan..

“Ternyata bupati trik khusus untuk tol laut, dan Komisi II juga melihat masalah pertanian, karena Morotai swasembada persoalan barito itu tidak ambil dari luar,” cetusnya.

Untuk Komisi III, lebih pada pelayanan kesehatan, karena kesehatan di Kabupaten Pulau Morotai sudah mengratiskan biaya kesehatan secara menyeluruh

“Jadi pendidikan dan kesehatan di Morotai itu semua sudah gratis 100%, dan tidak semua hal yang di Morotai ada di Kota Tidore maupun sebaliknya, itu yang nanti kita akan berdiskusi dengan Pemkot Tidore,” tukasnya.

Terkait masalah refocusing, Ahmad mengatakan, DPRD dan Pemerintah Kota Tikep sudah menyelesaikan. Sehingga setiap anggaran di SKPD dipangkas dan sudah menjadi kesepakatan. “Saya kira klir soal refocusing,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun media ini, perjalanan dinas Anggota DPRD ditambah dengan pendamping Sekertariat DPRD Kota Tidore Kepulauan ke Kabupaten Pulau Morotai menghabiskan anggaran sebesar Rp.289.981.700.(Red)

Musa Abubakar
Reporter: Musa Abubakar

Show More
Back to top button