Iqbal Japono: Pemuda dan Perempuan Jadi Motor Inovasi Desa di Tidore

Plt Kepala Dinas PMD Kota Tidore Kepulauan, Iqbal Japono
TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan desa. Peran mereka dinilai bukan sekadar hadir di forum musyawarah, tetapi sudah menjadi motor penggerak inovasi yang lahir dari masyarakat.
Plt Kepala Dinas PMD Kota Tidore Kepulauan, Iqbal Japono, menyebut keterlibatan pemuda dan perempuan merupakan energi baru bagi pembangunan desa.
Di Desa Maitara Selatan, kelompok pemuda berhasil menghadirkan aplikasi sederhana untuk layanan administrasi kependudukan. Melalui aplikasi ini, warga dapat mengurus surat keterangan domisili hingga dokumen lain tanpa harus antre panjang di kantor desa. Inovasi digital ini bukan hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga mendorong transparansi.
Sementara itu, di desa Mare gam, hampir 88 persen penduduknya, terutama kaum perempuan, terlibat dalam pembuatan gerabah Balanga Mare, Kekayaan sumber daya lokal, khususnya tanah liat yang melimpah, memudahkan masyarakat untuk memproduksi kerajinan ini secara berkelanjutan.. Produk mereka kini dipasarkan lebih luas melalui pameran UMKM maupun media sosial yang dikelola pemuda setempat. Sinergi lintas generasi ini menjadikan kerajinan Mare Gam kian dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Tidore.
“Mereka membawa gagasan segar dan inovasi sesuai perkembangan zaman. Pemuda dengan kemampuan digital, perempuan dengan kreativitas ekonominya. Kalau ini bersinergi, desa akan tumbuh lebih cepat dan mandiri,” ujar Iqbal Japono SaatDitemui, Rabu (17/9/2025).
Iqbal menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberi ruang lebih luas bagi pemuda dan perempuan, mulai dari pelatihan, dukungan usaha, hingga peningkatan literasi digital.
“Kita ingin peran mereka tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar menjadi penggerak pembangunan. Tanpa pemuda dan perempuan, potensi desa tidak akan optimal,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan modal, akses pasar, hingga kemampuan teknologi. Namun, dengan semangat gotong royong dan dukungan pemerintah, Iqbal optimistis pemuda dan perempuan desa di Tidore Kepulauan akan terus berkarya dan berdaya.







