Tidore Bakal Gelar Lomba Pakaian Adat dan Ekspo Usaha di Hari Sumpah Pemuda

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan, Ali Dukomalamo
TIDORE, CH – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 yang jatuh pada Selasa, 28 Oktober, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan paguyuban, pelaku usaha, serta komunitas pemuda kreatif di daerah ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan, Ali Dukomalamo, menjelaskan bahwa salah satu kegiatan utama pada peringatan tahun ini adalah lomba pakaian adat antar paguyuban yang akan dilaksanakan setelah upacara bendera Hari Sumpah Pemuda.
“Kurang lebih ada sepuluh paguyuban yang akan ikut berpartisipasi. Lomba pakaian adat akan dilakukan setelah upacara Hari Sumpah Pemuda,” ujar Ali.
Paguyuban yang akan berpartisipasi di antaranya Paguyuban Sulawesi, Jawa, Gorontalo, serta beberapa paguyuban lainnya yang terdaftar di Kota Tidore Kepulauan. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, panitia telah melaksanakan technical meeting bersama para ketua paguyuban pada Selasa (21/10/2025).
Selain lomba pakaian adat, Dispora juga akan menggelar Ekspo Wilayah Usaha yang menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM penerima bantuan Pemerintah Daerah.
“Para pelaku usaha ini akan menampilkan produk-produk yang sudah dibina dan didukung pemerintah daerah. Nanti akan disaksikan langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan para tamu undangan,” tambahnya.
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni dari pemuda kreatif, salah satunya dari Sanggar Edak. Untuk penilaian lomba pakaian adat, panitia menunjuk tiga dewan juri yang berasal dari Dinas Pariwisata, Gerakan Kreatif Fokal (GKF), serta perwakilan masyarakat, Ibu Lisna, yang juga pegawai di Harsil.
Terkait kesiapan upacara, Ali menjelaskan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan dua kali bersama seluruh personel. Petugas penggerek bendera berasal dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI), sedangkan komandan upacara ditunjuk dari Pramuka.
“Kami bagi tugas agar semua organisasi pemuda bisa mendapat giliran tiap tahun,” jelasnya.
Seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) serta sekolah-sekolah di wilayah pusat kota juga diundang untuk menghadiri upacara dan kegiatan tersebut. Namun, karena keterbatasan transportasi, hanya sekolah yang berada di sekitar wilayah kota sosial yang dapat mengikuti secara langsung.
“Ini adalah harinya para pemuda, jadi kami undang semua OKP. Harapannya mereka bisa hadir dan ikut memeriahkan, bukan hanya menonton,” pungkas Ali.







