Duta Besar Singapura Untuk RI, Berkunjung Ke Halmahera Utara

Sambutan Duta Besar Singapura
HALUT, CH – Duta Besar Negara Singapura untuk Indonesia H.E Kwok Fook Seng bersama rombongan tiba di Kabupaten Halmahera Utara, disambut lansung oleh Bupati Piet Hein Babua, Pimpinan Forkopimda dan Pimpinan OPD Kabupaten Halmahera Utara, Kamis,6 Agustus 2026.
Rombongan Dubes Singapura yaitu Malik Vikcland (First Secretary-Political), Chan Shi Ning Sharon (First Secretary-Admin dan Consular) dan Muhammad Ali Fataruba Kepala Biro Administrasi Sekretariat Provinsi Maluku Utara. Sementara itu mendampingi Bupati Halut Piet Hein Babua, diantaranya Ketua DPRD Christina Lesnussa, Kajari Halut Rahmat, Ketua pengadilan Negeri Tobelo, mewakili Kapolres Halut Wakapolres Kompol Saiful Egal, Sekda Halut E J Papilaya, Dansupdenpom Tobelo Letda CPM Irwansyah dan Pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.
Bupati Halmahera Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dalam beberapa bulan terakhir, Halmahera Utara telah menerima kunjungan para duta besar negara sahabat, setelah sebelumnya menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, dan hari ini mendapat kehormatan menerima kunjungan Yang Mulia Duta Besar Republik Singapura.
“kedatangan Dubes Singapura RI ke Halmahera Utara merupakan kebanggan tersendiri, selamat datang di Halmahera Utara,” ucapnya Bupati.
Menurutnya, Kunjungan ini tentu memiliki makna yang sangat mendalam. Semua berawal dari peristiwa erupsi Gunung Dukono pada tanggal 7 Mei 2026, yang melibatkan para pendaki, termasuk dua warga negara Singapura. Saat kejadian tersebut, Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, Tim SAR, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait bergerak cepat membentuk tim terpadu untuk melaksanakan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi para korban.
“Dan korban selamat seluruh mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit. Pemerintah Daerah juga memfasilitasi proses penanganan lanjutan, mulai dari pendampingan korban, koordinasi dengan berbagai instansi, hingga pengantaran keluarga dan warga negara Singapura menuju Kota Ternate untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta,” paparnya Bupati.
Bupati juga menegaskan, Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Ketika musibah terjadi, seluruh elemen masyarakat Halmahera Utara bersatu memberikan pertolongan tanpa membedakan asal maupun kewarganegaraan, dan melalui kunjungan Yang Mulia hari ini, kami berharap hubungan persahabatan antara Republik Singapura dan Kabupaten Halmahera Utara akan semakin erat, tidak hanya dalam bidang kemanusiaan, tetapi juga pada bidang ekonomi, investasi, pendidikan, pariwisata, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Sekali lagi, selamat datang di Kabupaten Halmahera Utara. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” tutupnya Bupati.
Sementara itu, Duta Besar Republik Singapura Kwok Fook Seng menyampaikan bahwa ia merasa senang bisa mengunjungi lansung daerah kabupaten Halmahera Utara. Kunjungan ini memiliki makna yang sangat khusus bagi kami Pemerintah Singapura, dan keluarga para korban, karena masyarakat Tobelo dan masyarakat Singapura telah dipersatukan oleh sebuah peristiwa kemanusiaan yang tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah.
“Terima kasih atas sambutan yang sangat hangat kepada kami sejak tiba di Maluku Utara hingga di Kabupaten Halmahera Utara. Saya merasa sangat senang dapat berkunjung langsung ke Tobelo, terima kasih atas sambutan hangat dari Pemda dan seluruh jajarannya. Ketika peristiwa erupsi Gunung Dukono terjadi, Kedutaan Besar Singapura terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah, Tim SAR, dan seluruh pihak yang terlibat. Kami menyaksikan bagaimana seluruh unsur bekerja dengan profesionalisme, dedikasi, dan semangat kemanusiaan yang sangat tinggi,” Ungkapnya
Pada saat itu situasi sangat sulit. Informasi mengenai kejadian tersebut menyebar dengan cepat dan menjadi perhatian masyarakat Singapura. Kami harus memberikan informasi yang akurat kepada keluarga korban, sehingga komunikasi yang dibangun bersama Pemerintah Daerah Halmahera Utara dan seluruh otoritas Indonesia menjadi sangat penting. Melalui koordinasi yang baik serta keberanian Tim SAR, TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur masyarakat, kedua warga negara Singapura akhirnya berhasil ditemukan.
“Sekali lagi, atas nama Pemerintah Singapura, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, serta keluarga para korban, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Inilah alasan utama kunjungan kami ke Tobelo, yaitu untuk menyampaikan apresiasi secara langsung kepada masyarakat Halmahera Utara sekaligus mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin,” ucapnya.
Selain itu, kami melihat banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan, khususnya di bidang ekonomi, investasi, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah. Pemerintah Singapura setiap tahun menyediakan berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dapat diikuti oleh aparatur pemerintah melalui berbagai skema, termasuk pelatihan secara daring maupun tatap muka. Kami membuka kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk berpartisipasi dalam program-program tersebut sesuai kebutuhan.
“Kami berharap hubungan yang telah terjalin melalui peristiwa kemanusiaan ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat Singapura maupun masyarakat Halmahera Utara,” tutupnya.
Pada akhir pertemuan, Bupati Piet Hein Babua, memberikan cendramata kepada Dubes Singapura RI, dan Dubes juga menyerahkan hal yang sama kepada Bupati. Selain itu juga, Dubes Singapura menyerahkan penghargaan kepada 2 pemuda Desa Mamuya Kecamatan Galela. (Eby)







