Abaikan Peringatan PVMBG Pos Pemantauan Gunung Api Dukono, Porter dan Pemandu Segera Diperiksa Polres Halut

Suasana Konferensi Pers

HALUT, CH – Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan para Porter dan Pemandu pendaki Warga Negara Asing (WNA) yang diduga tewas akibat erupsi Gunung Api Dukono akan diperiksa dan dilakukan penyelidikan, Jumat 8 Mei 2026. Pada Konferensi Pers di Mapolres Halut.

Kepala Badan SAR Ternate Iwan Ramdani melaporkan bahwa pendaki terdampak erupsi Gunung Api Dukono berjumlah 20 orang, Dua WNA Singapura diduga meninggal dunia telah diketahui keberadaannya namun belum dapat di evakuasi karena terkendala cuaca. Sementara 1 WNI masih hilang belum ditemukan.

“Tim sudah mengetahui titik atau lokasi keberadaan 2 WNA yang diduga telah meninggal dunia. Namun, karena kondisi cuaca dan malam sehingga evakuasi nanti dilakukan kembali besok pagi,” ucap Iwan Kepala Pos SAR Ternate.

Sementara petugas Pos Pemantauan Gunung Api Dukono Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Desa Mamuya, mengatakan bahwa rekomendasi untuk pendaki agar tidak mendekati kawah dari radius 4 Kilometer. Peringatan atau rekomendasi ini telah dikeluarkan sejak 3 April 2026 hingga saat ini belum dicabut.

“Dan untuk pendakian yang sampai mengakibatkan korban luka dan hilang serta diduga meninggal dunia dari WNA pagi tadi itu tidak ada laporan para pendaki ke pos pemantau Desa Mamuya, sebelum melakukan pendakian. Sehingga, kami dipos pemantau tidak mengetahui kalau ada kelompok pendakian,”katanya petugas pos pemantau Desa Mamuya.

Untuk itu, Kapolres AKBP Erlichson Pasaribu dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa dalam peristiwa ini, Pemantau dan Porter yang membawa Pendaki WNA dan WNI tersebut ke Gunung Api Dukono akan dilakukan penyelidikan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan, Jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, porter dan pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih proses penyelidikan,” pungkasnya Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pendakian ke Gunung Dukono saat ini Status Level II Waspada dilarang keras. PVMBG telah menetapkan radius 3 km dari kawah harus steril.

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan Singapura di Jakarta dan besok akan tiba di Tobelo. Bupati juga bilang, WNA dan WNI yang menjadi korban luka telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tobelo sore tadi, dan telah memberikan tempat untuk beristirahat sebelum dikembalikan ke Ternate.

“Kami telah melakukan koordinasi, dengan pihak Kedubes Singapura di Jakarta dan besok mereka akan menuju Tobelo. Pemda Halut akan memfasilitasi untuk mengembalikan korban WNA ke Ternate dan Jakarta, melalui Diplomat,” jelasnya Bupati.

Bupati juga mengharapkan, 2 WNA dan 1 WNI yang masih belum bisa di evakuasi dan ditemukan, semoga dalam keadaan masih hidup. (Eby)

Show More
Back to top button