Gara-Gara Pemadaman Listrik, Tiga Warga Buli Terbakar Satu Meninggal

6694

Korban Meninggal, Barsa Batawi Saat Berada Di RSUD Tobelo Halmahera Utara (Foto: Nehemia CH)


BULI,CH- Pemadaman listrik oleh PT. PLN Ranting Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara yang terus terjadi membawa malah petaka bagi warga Buli Wayafli yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru. Kenapa tidak, akibat dari pemadaman listrik itu, tiga warga terbakar satu diantaranya meninggal dunia.

Mereka yang terbakar itu, Marnes Bawang (46), Agustina Kolak (41), keduanya merupakan pasangan suami istri, serta salah satu ibu rumah tangga (IRT), Barsa Batawi (42). Ketinganya merupakan warga Desa Wayafli Kecamatan Maba.

Informasi yang dihimpun Cermin Halmahera, peristiwa naas itu terjadi pada, Minggu (22/12) malam sekitar pukul 21.30 WIT. Agustina Kolak bersama Barsa Batawi saat itu tengah membuat kue Natal di kediaman Agustina Kolak di Desa Wayafli tepatnya dibelakang Kantor Wings Air.

Dua Korban Terbakar Saat Menjalani Perawatan Di Puskesmas Perawatan Buli

Marnes Bawang sang suami, hendak mengisi minyak tanah di lampu pelita (poci) yang sementara dalam keadaan menyala, karena akibat dari pemadaman listrik oleh pihak PLN setempat. Tak terduga, pelita yang diisi minyak tanah untuk menerangi Agustina Kolak dan Barsa Batawi itu meledak dan menyambar ketinganya. Akibat dari ledakan pelita itu, Agustina Kolak dan Barsa Batawi mengalami luka bakar di sekujur tubuh, sementara Marnes Bawang hanya mengalami luka bakar di bagian tangan kiri.

BACA JUGA  Kucurkan Rp. 3,4 M, Dokter Di Haltim Cegah Corona Pakai Mantel Hujan

Ketiga korban itu langsung dilarikan ke Puskesmas Perawatan Buli oleh warga sekitar untuk mendapat perawatan intensiv. Kondisi luka bakar Agustina Kolak dan Barsa Batawi yang sangat memprihatinkan, membuat mereka malam itu juga harus di rujuk ke RSUD Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.

Sayangnya, korban Barsa Batawi menghembuskan nafas terakhir (meninggal) saat tiba di RSUD Tobelo. Mayat korban langsung di bawa pulang ke Desa Wayafli Kecamatan Maba untuk dimakamkan. Sementara pasangan suami istri, Marnes Bawang dan Agustina Kolak hingga berita ini diterbitkan, keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Tobelo.

Peristiwa ini ikut  dibenarkan oleh Kapolsek Maba Iptu Abd. Taufik Saimima S.ip saat di konfirmasi Cermin Halmahera, Rabu (25/12).”Kejadian ini  saat di periksa di TKP bahwa kejadian tersebut adalah musibah, bukan unsur kesengajaan,”kata Taufik.

Taufik menghimbau kepada masyarakat dalam wilayah Kecamatan Maba,  agar mengecek kembali pintu dan jendela rumah, serta kompor, pelita atau lilin dipastikan aman sebelum meninggalkan rumah. “Kepada kepala desa agar mengingatkan kembali kepada masyarakat, agar sebelum meninggalkan rumah di cek kembali bahwah rumah tersebut aman,” harapnya.

BACA JUGA  Bupati Muh. Din Kuker Ke Desa Jara-Jara

Selain mengamankan dan memberikan kenyamanan bagi warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru, kapolsek juga menghimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor, agar patuhi jalur lalu lintas, serta menggunakan helm pada saat berkendaraan, serta pengguna petasan atau kembang api.  “Terutama anak-anak, agar berhati-hati karena petasan atau kembang api bisa mengakibatkan kebakaran atau kecelakaan bagi orang lain atau diri sendiri,” himbaunya. (Red)

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here