Pengoperasian Pabrik PT. Antam Diundur Juni 2020

3628

Penekanan Tombol Sebagai Tanda Dimulainya Pembangunan Smelter PT. Antam Di Tanjung Buli Yang Ikut Disaksikan Langsung Oleh Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba dan Bupati Haltim Rudy Erawan, Pada Tanggal 25 April 2017


JAKARTA, CH – Rencana PT. Antam Tbk mulai mengoperasikan Smelter (Pabrik) Nikel di Tanjung Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) diakhir 2019 akhirnya gagal. Kegagalan ini diduga karena keterlambatan pasokan listrik.

Seperti yang dilansir dari CBNC Indonesia, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementrian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, pembangunan pabrik Feronikel di Haltim, harusnya selesai pada bulan November tahun lalu. “Namum karena keterlambatan pasokan listrik sehingga mundur ke Juni 2020. Padahal sudah tinggal operasi saja,”ungkap Yunus di Kantornya, Kamis, (23/01/2020).

Sementara itu terkait dengan pelarangan ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020, kata Yunus, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membantu perusahaan smelter untuk membangun smelter. Dengan memfasilitasi perusahaan bertemu dengan lembaga keuangan.

Kemudian, memastikan pasokan listriknya apakah sudah ada kesepakatan dengan PLN atau belum. Terakhir masalah perizinan, misalnya terkait pembebasan lahan, dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

BACA JUGA  MK Terima 135 Sengketa Pilkada 2020, Ini Jadwal Sidangnya

“Pemerintah harus hadir fasilitasi terkait itu. Akibat evaluasi itu kita akan tahu seberapa jumlah ore yang akan terjadi pada Januari 2022. Jadi kita juga tahu cadangannya, umurnya seberapa untuk jaga supply pabrik,” katanya.

Yunus menyebutkan saat ini masih ada 16 smelter nikel yang belum mendapatkan pembiayaan (financial close). “Kami lakukan coaching memfasilitasi, dibuatkan jadwal badan usaha yang bangun smelter dan lakukan one on one kendala apa saja yang dihadapi,” imbuhnya.

Menurutnya selama 6 bulan ini pihaknya akan mendorong percepatan tersebut. Pertemuan awal dengan perusahaan smelter. Lalu minggu depan akan dilakukan pertemuan one on one, dilanjutkan pertemuan dengan PLN.

“Kita akan susun profil provisi untuk financial project. Lalu kita undang potential investor. Ujungnya lembaga keuangan bilateral, multilateral, BUMN, publik atau swasta dan swasta internasional misalnya sumitomo, mitsubishi, marubeni,” jelasnya.

Yunus mengaku yakin akan banyak yang tertarik, sehingga ujungnya akan ada finalisasi data smelter yang terbangun Januari 2020. “Bulan ke-6 ada financial close agreement terkait power supply. Persoalan pendanaan, listrik, semua selesai,” ungkapnya. (CNBC/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here