Soal LPMP Malut, Warga Sebut Walikota Tikep Omong Kosong

1039

Warga Saat Menggelar Aksi Di Depan Kantor LPMP Malut (Foto: Musa CH)


TIDORE, CH – Rencana penggunaan Kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku Utara (Malut) sebagai tempat karantina pasien Virus Corona oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menuai kecaman dari warga.

Kecaman ini disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor LPMP, Kamis (26/3/2020) oleh warga Kelurahan Rum Kecamatan Tidore Utara yang tergabung dalam aliansi Tolak Bala.

Dalam aksi terbut, warga  meminta kepada Kepala LPMP Malut,  La Ode Sifu dan  Pemkot Tikep  agar tidak menggunakan LPMP yang berada di Kelurahan Rum itu sebagai tempat karantina atau isolasi Covid-19, karena sangat dekat dengan pemukiman warga.

Sarjan Hasan Korlap Aliansi Tolak Bala dalam orasinya mengatakan, kebijakan Walikota Tikep, Ali Ibrahim untuk menjadikan LPMP sebagai tempat isolasi pasien Covid19 adalah sesuatu langka yang sangat membahayakan bagi warga sekitar.

“Kebijakan walikota ini adalah omong kosong, sebab selaku pemimpin yang bijak seharusnya walikota mampu meletakkan perkara ini dengan perhitungan yang matang dan tidak melihat pada satu sisi pesikologi dan sosial ekonomi masyarakat,” kata Sarjan dalam orasinya.

BACA JUGA  Hari Pertama Berkantor, Pjs. Walikota Tikep Dikunjungi Bawaslu Dan KPU

Sebab menurut Sarjan, secara geografis LPMP Malut sangat berdekatan dengan perumahan warga. Bahkan sebagian warga Kelurahan Rum mengunakan lokasi tanah kosong LPMP Malut untuk berkebun sehingga akan berdampak buruk  terhadap kelangsungan hidup masyarakat.

Kepala LPMP Malut La Ode Sifu dihadapan masa aksi mengatakan,  secara pribadi dirinya menolak LPMP Malut dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. “Karena saya juga takut dengan virus tersebut, akan tetapi sebagai kepala LPMP saya tidak bisa mengambil keputusan sepihak karena keputusan tersebut harus diputuskan oleh walikota,” jelasnya.

La Ode mengaku, pihaknya terpaksa ikut mengizinkan bangunan LPMP digunakan sebagai tempat isolasi pasien corona karena sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat.

“Sesuai dengan instruksi bapak menteri bahwa LPMP harus berkerja sama dengan pihak pemerintah untuk mengatasi virus corona, maka dari itu kami dari pihak LPMP mengizinkan gedung LPMP dijadikan tempat isolasi covid-19 sebagai bentuk pencegahan,” paparnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here