Suasana Haru Menyelimuti Pemasangan Tiang Alif Masjid Al-Mujahidin

637

Pemasanga Tiang Alif Masjid AL-Mujahidin (Foto: Musa CH)


TIDORE, CH- Pemasangan Tiang Alif, Masjid AL-Mujahiddin di Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), penuh haru. Isak tangis warga ikut pecah.

Pemasangan Tiang Alif, yang berlangsung, Jumat (26/3/2021), subuh waktu setempat. Masyarakat yang hadir tak dapat menyembunyikan rasa haru menyadari tiang alif kembali tegak berdiri di atas Masjid . Kalimat tahlil dan syahadat terus berkumandang dengan syahdu.

Isak tangis pun pecah saat panitia dan Generasi Emas Masjid AL-Mujahidin menyampaikan curahan hati mereka kepada Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen, tentang lika liku perjalanan mereka berjuang membangun lima kubah dan lima tiang Alif yang memakan dana yang begitu besar dari hasil meminta minta.

“Awalnya kami dari panitia berencana membuat kubah besar dengan total dana sebesar 60 juta, setelah itu saya ke bendahara, bendahara tolong beli saya megafon satu agar saya dan adik adik kecil mencari dana, dan kami berhasil membangun lima kubah, bapak wakil walikota,” curhat Usman Ismail kepada Muhammad Sinen, yang ikut hadir dalam pemasangan Tiang Alif tersebut.

BACA JUGA  Lengkapi DPT, KPU Kerjasama Dengan Pemkot Tikep
Warga Saat Membawa Tiang Alif Menuju Masjid

Lajut Usman, untuk lima kubah dengan total Rp. 173 juta. Kubah besar seharga Rp. 65 juta dan empat kubah kecil masing-masing Rp. 27 juta.

Selain itu, panitia Masjid juga masih membutuhkan banyak dana untuk pemasangan palfon bangunan Masjid dengan biaya sewa tukang Rp. 40 juta.

“Masih banyak lagi yang kami perlukan untuk pembangunan Masjid, maka dari itu bukan kami meminta tapi pemerintah kota tolong bantu kami walaupun sedikit,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Rafardi Adjam mewakili Generasi Emas Masjid AL-Mujahidin menceritakan kisah pilu yang mereka alami selama melakukan penggalangan dana di lapangan.

Banyak cacian, yang tak sempastanya mereka terima. Meskipun demikian, dia bersama anak-anak lainya tidak putus asah meskipun dicaci maki. Berbekal, sebuah gardus bertuliskan panitia pembangunan Masjid, mereka mampu mengumpulkan uang ratusan jutah.

“Alhamdulillah dari hasil penggalangan dana tersebut kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 400 juta lebih,” bebernya.

Rafardi, mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah menyisihkan sebagian reziki, sehingga pembangunan Masjid Al-Muajhidin bisa terlaksana.

BACA JUGA  Pemkot Tikep Bakal Berangkat Ke Eropa

“Saya dan pak wali akan bantu walaupun tidak terlalu besar, sebagai wakil walikota saya juga orang Rum, maka dari itu bukan hanya masjid AL-Mujahidin yang menjadi tanggung jawab saya saja, akan tetapi semua pembangunan masjid yang ada di kelurahan Rum dan Rum Balibunga merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Muhammad Sinen, saat menanggapi curhatan panitia Masjid.

Lanjut, Ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen menyampaikan, membangun sebuah Masjid, godaanya sangat besar. Bekerja untuk sebuah kebaikan, membuat panitia hampir lepas tangan.

“Tapi untung generasi emas ini masih punya tanggung jawab berdiri di jalan dari pagi sampai sore tidak mengenal panas maupun hujan akhirnya ini semua dapat di selesaikan,” imbuhnya.

Ayah Erik juga mengajak para pengusaha dan pegawai negeri, agar bisa menyisipkan sedikit rejeki untuk pembangunan Masjid sementara dibangun ini.

“Saya mengajak kepada kita semua, Pengusaha, pegawai negeri sipil di kelurahan Rum ini coba buka hati, sisipkan sedikit sedekah untuk pembangunan Masjid yang ada di kelurahan Rum,” ajaknya. (Red)

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here