Bendahara dan Kaur “Tendang” Nasarudin, Anggaran di Desa Ini Tuai Polemik

891
Kantor Desa Laluin

HALSEL, CH – Sintem Pemerintahan di Desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan menuai polemik di tengah-tengah masyarakat. Hal ini lantaran, Pj. Kepala Desa setempat bersama bahawanya tidak seiring sejalan.

Akibatnya, proses pencairan Dana Desa (DD) oleh Bendahara Desa, Harik Marjani tidak lagi melibatkan, Pj. Kepala Desa, Nasarudin Tuanany. Tak hanya itu, setelah melakukan pencairan, dana tersebut diserahkan ke Sultani Basri selaku Kaur Pembangunan untuk mengelolahnya. Praktis, Pj. Kades Nasarudin Tuanany tak lagi difungsikan.

Pj. Kepala Desa, Nasarudin Tuanany yang juga selaku Camat Kayoa Selatan kepada  CH2M News Group mengaku kesal atas apa yang dilakukan oleh bendahara tanpa sepengetahuanya. Nasarudin mengaku kaget setelah mengetahui anggaran desa itu sudah dicairkan.

“Pencairan itu tanpa sepengetahuan saya, makanya saya heran, saya suda katakan sama bendahara kalau pencairan di Bank itu slip jangan ditanda tangan tunggu saya, tapi kenyataannya lain yang dibuat bendahara justru mengeluarkan uang lalu diberikan ke Sultani Basri yang kapasitasnya disini kaur perencanaan,” kesal Nasarudin, Sabtu (6/8/2022).

Jumlah uang yang dicairkan oleh bendahara untuk tahap II sebesar Rp. 263 juta pada tanggal 3 Agustus 2022. Harik Marjani selaku bendahara desa mengaku, setelah dana tersebut dicairkan langsung diserahkan ke Sultani Basri.

BACA JUGA  Ilegal Loging Marak Terjadi di Halsel, Instansi Terkait Diduga Tutup Mata

“Pencairan tahap dua itu 40% untuk 2022 sebanyak 263 juta, uangnya saya sudah kasi di saudara Sulatani Basri,” ungkap Harik saat ditemui wartawan di kediamanya.

Terpisah, Sultani Basri selaku Kaur Perencanaan kepada wartawan menjelaskan, dana yang ia pegang itu sifatnya bukan untuk dikelolah oleh dirinya. Melainkan ia mengamankan uang masyarakat itu dari Pj. Nasarudin Tuanany.

“Jadi uang ini sebenarnya saya hanya mau menyelamatkan karena ini uang rakyat, kalau dikelolah oleh Pj. (Nasarudin) Oh tara jadi, semua kan suda ada kita tinggal realisasikan, jadi saya cuman mau mengamankan uang Dana Desa Laluin,” tegas Sultani.

Untuk itu, Sultani membantah jika ada yang menyebut anggaran itu dikelolah sendiri oleh dirinya. Sebab menurutnya, anggaran itu sudah diatur aitem pekerjaanya masing-masing yang sudah diketahui oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pj. Nasarudin Tuanany.

“Jadi yang kelolah itu kita (semua) sama-sama, ini kan suda di atur dikabupaten dan Pj. juga tau itu,” ujarnya.

Polemik anggaran desa yang menyebar luas ke telinga masyarakat ini membuat pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat angkat bicara. Menurut pihak BPD, selama ini Pemerintah Desa tidak pernah melakukan koordinasi untuk pertemuan dengan kemasyarakat terkait transparansi anggaran.

BACA JUGA  Satu Unit Rumah di Desa Laluin Terbakar, Pemilik Jatuh Pingsan

“Semua realisasi program kerja dilakukan oleh pemdes tanpa sepengetahuan kami, jadi kondisi APBDes masyarakat tidak tau yang mau dibuat ini apa saja,” ungkap, Maskun Wahab selaku pihak BPD.

Ketua Kerukunan Masyrakat Bajo (KMB) Desa Laluin, Aziz Badi menilai, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Laluin ini, telah mencerminkan dualisme kepemimpinan. Di mana, Nasarudin Tuanany yang memegang kewenangan, tetapi yang mengelolah Dana Desa itu Sultani Basri sebagai kaur perencanaan.

“Kepala BPD dan Pemdes segera mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan agar transparansi APBDes dapat diketahui masyarakat, karena selama ini kami tidak melihat adanya pertemuan rapat umum dengan masyarakat,” desak Aziz.

Reporter: Nuski A. Saban
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here