Enam Aliran Sesat Di Halsel Wajib Diwaspadai

Hamdi Belhet
HALSEL, CH – Pihak Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Selatan mencium ada enam aliran sesat yang mulai tumbuh di Halmahera Selatan. Warga pun diminta agar ikut mewaspadai aliran tersebut.
Kasubag KTU Kemenag) Kabupaten Halmahera Selatan, Hamdi Belhet menyebutkan, dari 6 aliran sesat itu, 4 diantaranya dari Islam yakni Syiah Jafaria, LDI, Hui Ilomata dan Guru Bais. Sementara 2 lainya dari Kristen yakni ajaran Ortodox.
Lanjut Hamdi, aliran sesat ini pernah menyebar di tengah-tengah masyarakat Halmahera Selatan. Namun satu tahun lalu, pihak Polres, Kejaksaan, MUI dan Kementrian Agama telah meghentikan ajaran tersebut.
“Kita selalu berkordinasi dengan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), pemerintah desa maupun tokoh agama dan adat di setiap desa demi untuk menjaga adanya gerakan penyebaran keempat aliran yang sudah perna di berhentikan itu,” kata Hamdi baru-baru ini.
Dirinya mengakui, keempat aliran ini masih ada. Namun dalam melakukan aksi penyebarannya tidak menggunakan jamaah atau kelompok, melainkan sifatnya perorangan dengan cara silaturahmi.
“Tapi ini tentunya diwaspadai karena sangat bertentangan dengan Alquran dan hadits nabi. Yang mana sudah mengatur semua tata cara ibadah,”ujarnya.
Selain 4 aliran sesat itu, ada lagi dua aliran ortodox yang perlu diwaspadai. Pertama, aliran ini menggabungkan semua agama masuk ke aliran tersebut dengan tata cara beribadah di gabungkan. Penyebaranya diketahui mulai masuk di Desa Wayaloar Obi Selatan. Aliran ortodox ke dua, membawa bendera Israil dan penyebaranya mulai masuknya dari Manado.
“Informasi ini kita dapatkan dari intel Polres halsel bahwa ada 2 aliran baru ortodox,”sebut Hamdi. (Yd)







