Miris, Proses Belajar Mengajar di SMA 5 Halsel Memprihatinkan, Dikbud Malut Terkesan Tutup Mata

801
Mulyana Hamis, Saat Ditemui Wartawan

HALSEL, CH – Proses belajar mengajar di SMA Negeri 5 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) hingga saat ini belum juga berjalan maksimal. Hal ini merupakan imbas dari aksi mogog mengajar yang dilakukan oleh para dewan guru dan staf tata usaha (TU) di sekelolah tersebut.

Ratusan siswa memilih diam di rumah ketimbang datang ke sekolah, lantaran tidak ada proses mengajar yang dilakukan oleh para dewan guru. Dari 250 siswa, yang masuk sekolah hanya berkisar 50 orang. Ini sudah berlangsung sebulan semenjak aksi mogog, yang dilatarbelangi oleh kebijakan kepala sekolah yang tidak terbuka dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Hari ini ada tiga mata pelajaran tapi tidak belajar karena tidak ada guru yang mengajar, siswa yang datang sekolah juga tidak banyak,” kata Mulyana Hamis, salah satu siswi kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Sementara itu, Muhammad Assagaf, guru di sekolah tersebut saat ditemui menyampaikan, kondisi sekolah saat ini sangat fatal, karena tidak  ada reaksi dari Dinas Pendidikan Propinsi.

BACA JUGA  IPML Gelar Aksi Desak Bupati Halsel Copot Camat Kayoa Selatan

“Karena sejak ada persoalan dan mogok mengajar sudah memasuki sebulan lebih Dinas Pendidikan Propinsi terkesan tutup mata,” ujar guru tersebut.

Dia menambahkan, sampai hari ini (kamis), para guru dan staf TU masih melakukan mogok belajar. Bahkan siswa-siswi banyak yang sudah tidak datang ke sekolah disebabkan karena tidak ada proses belajar-mengajar.

Lanjut dia, mogok kerja ini terjadi setelah para guru dan staf TU menyarankan ke kepala sekolah, agar pengelolaan dana BOS dikelola sesuai dengan juknis (Permendikbud nomor 6 tahun 2021), namun  kepsek menolak keras dengan dalih ada kerahasiaan yang tidak boleh diketahui, yang disampaikan lewat rapat

“Karena permintaan dewan guru dan staf TU diabaikan oleh kepsek maka terjadilah aksi mogok yg kemudian difasilitasi oleh Cabang Dinas untuk menyelesaikan. Tapi pertemuan dengan Cabang Dinas tidak berimbang karena Cabang Dinas terkesan memihak ke kepsek karena dalam pertemuan hanya menyampaikan apa yang bersumber dari kepsek, dan tidak melalukan klarifikasi kepada dewan guru dan staf TU,” jelasnya.

BACA JUGA  Paska Gempa di Halsel, 4 Warga Korban, Ratusan Bangunan Rusak Berat

Pertemuan dengan Cabang Dinas Pendidikan Malut di Halsel itu, para dewan guru dan staf TU meminta agar kepsek dicopot. Cabang Dinas Pendidikan berjanji akan menyampaikan kepada Dinas Provinsi, tapi hingga saat ini tidak ada tindaklanjut.

“Maka aksi mogok pun tetap berlanjut hingga ada kejelasan soal tuntutan para dewan guru dan staf TU,” ujarnya.

Para dewan guru dan staf TU beserta orang tua siswa berharap agar DPRD Propinsi dalam hal ini Komisi IV agar dapat mengambil langka sehingga tidak ada korban pendidikan di SMA Negri 5 Halsel tepatnya di Saketa Kecamatan Gane Barat. Para Dewan guru ini juga berjanji akan menyurat secara resmi ke DPRD Propinsi.

Reporter: Yud
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here