Selama Pandemi Covid-19, Polsek Maba Tidak Keluarkan Izin Keramaian

150

Jajaran Polsek Maba Bersama Camat Dan Para Kepala Desa Usai Rapat (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- Kapolsek Maba, Iptu. M. Thoha Alhadar kembali menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin kemaramain selama Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan warga.

Thoha menyebutkan, izin keramaian ada dua yaitu pesta ronggeng dan pesta adat. Selain menimbulkan keramain dua pesta ini juga menyebabkan gangguan ketertiban masyarakat, karena banyak anak muda yang selalu membuat gaduh akibat dari pengaruh minuman keras.

“Kami tidak mengeluarkan izin dan ini nanti dibicarakan ulang dan mencari solusi yang terbaik,” tegas Thoha saat rapat bersama dengan pemerintah kecamatan dan para kepala desa, di ruang rapat Kantor Polsek Maba, Kamis (18/2/2021).

Sementara untuk izin keramaian dalam bentuk olahraga tidak menjadi masalah, asalkan tidak terjadi kerumunan warga. “Maka semua ini letaknya ada di pihak desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buli Karya Abduhrahman Mumen mengatakan, masalah keramaian sebaiknya dibicarakan ulang bersama tokoh masyarakat dan adat.

BACA JUGA  Karnaval Ramaikan HUT Guru Dan PGRI Di Buli

“Agar pemangkuh adat juga tahu dan membatasi peserta dan waktu pada acara adat semua mengikuti protokol kesehatan,” saranya.

Dalam kesempatan itu, Camat Maba Robert Barbakem SH, di depan para kepala desa mengingatkan, agar setiap kegiatan yang mengundang banyak orang bisa dibatasi.

“Apalagi desa di Kecamatan Maba ini masuk dalam Desa Tangguh Kieraha 2021, sala satu yang harus disikapi yaitu kerumunan, untuk itu nanti akan dibicarakan kembali agar masalah keramaiyan dapat di atasi,” tukasnya.

Bhabkamtibmas Desa Buli Karya dan Teluk Buli, Bripka Bahrudin M, mengatakan pemerintah desa dan pihak kepolisian di tiap-tiap desa yang ada di Kecamatan Maba, sudah melakukan upaya untuk mencegah Covid-19.

“Akhir-akhir ini warga selalu diingatkan untuk pakai masker, tetapi esta jogpet seringkali dilakukan apabila ada hajatan perkawinan, ini harus ditegaskan oleh kepala desa,” pintanya. (Red)

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here