Pemprov Malut Bersama PT. Antam Tbk Resmikan Kampung Budaya Suku Togutil Halmahera

1159

Peresmikan Kampung Budaya Suku Togutil Halmahera Di Wasile Timur (Dok. PT. Antam)


WASILE, CH- Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara, Senin (9/12) telah meresmian kampung budaya Suku Togutil di kawasan hutan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara.

Kegitan ini dihadiri oleh Assisten III Gubernur Maluku Utara,  Vice President PT ANTAM UBPN Maluku Utara, Niki Satriyadi beserta para Manager, Camat Wasile Timur, Perwakilan Polsek dan Danramil Wasile, Kepala Desa Dodaga, serta para tokoh agama.

Kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pelestarian sosial budaya. “Karena itu mereka perlu banyak dukungan dan bantuan dari semua pihak. Kami (pihak PT Antam) tentunya berharap dengan kegiatan ini, suku Togutil tetap terjaga kelestariannya, bahkan hutan tempatnya ini bisa menjadi kampung budaya di Halmahera Timur” kata Niki Satriyadi.

Halil Abubakar, salah satu warga Halmahera yang aktif mendampingi Suku Togutil menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PT ANTAM Tbk. “Bahkan peduli dan berbagi dengan suku Togutil di hutan Halmahera,” sambung dia.

BACA JUGA  Soal Ricky, Masa Aksi Nyaris Boikot Kantor Bupati Haltim

Pada kegitan ini telah diresmikan kampung budaya suku Togutil Halmahera yang meliputi aula 1 unit, 12 unit rumah, mck 1 unit, dan pos jaga serta gerbang masuk, disamping itu diserahkan bantuan sembako untuk 12 kepala keluarga (KK). 

Seluruh kegiatan pembangunan kampung budaya melibatkan masyarakat suku Togutil dengan didampingi oleh fasilitator dari Kafan Ekspedisi yang bekerjasama dengan PT ANTAM UBPN Maluku Utara. Kedepan dengan adanya kampung budaya ini mampu memberikan nilai ekonomi masyarakat suku togutil.

PT. ANTAM Tbk juga mendorong ketahanan pangan masyarakat suku Togutil dengan pemberian bantuan benih dan bibit tanaman serta alat pertanian dan pendampingan kegiatan budidaya pertanian tanaman pangan.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari giat sebelumnya. Ini adalah langkah awal untuk memberikan kesempatan dan perhatian yang lebih besar khususnya dalam pelestarian budaya dan adat Suku Togutil,” jelas Halil. (Antam/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here