Siswi SMP Di Halmahera Timur Digenjot 10 Remaja

2147

Pelaku (Baju Orange) Saat Diamankan Polres Haltim (Foto: Ul)


MABA, CH- Miris, nasib naas menimpa salah seorang siswi SMP, sebut saja Bunga (13). Dia disetubuhi 10 remaja asal Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut). Anehnya persetubuhan layaknya suami istri itu terjadi di kamar korban di salah satu desa di Kecamatan Kota Maba.

Kejadian tersebut terungkap atas pengakuan korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu kepada ibu kandungnya, yang kemudian dilaporkan ke Polres Haltim.

Kapolres Haltim, AKBP. Eddy Sugaiaro, didampingi Kabag Humas, Iptu Jufri Adam dan Kasat Reskrim, AKP Paultri Yustiam, dalam Konfrensi Pers, Rabu (03/03/2021) di Aula Polres menyebutkan, para pelaku diantaranya ZA (14) pelajar SMP kelas I, MA (16) pelajar SMA kelas II, MH (20) pengangguran, WN (13) pelajar SMP, JM ( 14) pelajar kelas III SMP, LY (15) pelajar SMP kelas III, RH (17) pelajar SMA kelas II, ZH (14) pelajar kelas II SMP, HH (19 ) pelajar SMA kelas II, dan NA (21) bekerja sebagai kurir jasa.

BACA JUGA  Keluarga Korban Penganiayaan Minta Keadilan Hingga Berlutut Di Kaki Kapolres Haltim

“10 pelaku saat ini dalam penyelidikan, dimana 7 diantaranya adalah ketegori anak nakal atau dibawah umur sehingga dilakukan penahanan rumah atau dikembalikan di rumah, dan 3 lainnya dewasa sudah dilakukan penahanan di Polres Haltim,” sebut Eddy.

Dikatakan, kronoligis kejadian terjadi pada Oktober dan Desember 2020 dan Januari 2021. Dimana para pelaku melakukan kejahatan persetubuhan pada malam hari dengan modus berpacaran dan membujuk korban melakukan pencabulan dan persetubuhan di kamar korban.

“Jadi kejadian ini, tempat kejadiannya sama yakni di rumah atau kamar korban, waktunya berbeda beda, semisalnya malam ini, salah satu pelaku sudah melakukan persetubuhan dan pencabulan setelah itu selesai, dan malam atau hari berikutnya pelaku lain melakukan kejahatan yang sama juga, jadi tidak bersamaan, tetapi kita masih melakukan pendalaman apakah ada keterkaitan attau tidak para pelaku ini melakukan kejahatan tersebut,” jelasnya.

Lanjut dia, atas kasus tersebut, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku berupa baju, serta barang bukti lainnya di lokasi kejadian yakni 1 buah seprei bermotif doraemon.

BACA JUGA  Polres Haltim Resmi Tahan Pelaku Pemerkosaan Di Buli

“Jadi untuk kepentingan penyelidikan barang bukti semuanya sudah kita simpan, untuk proses lebih lanjut. Begitu juga untuk para tersangka anak dibawah umur yang saat ini belum ditahan, akan dilakukan penahanan jika sudah dilakukan penyerahan berkas atau P21, ke kejaksaan, tetapi dalam proses penyidikan ada pertimbangan lain, bisa kita tahan,” terangnya.

Ditanyai, ada tersangka lainnya, kapolres mengaku masih melakukan pendalaman untuk memastikan hal tersebut sehingga kasus tindak pidana tersebut bisa terungkap secara keseluruhan.

“Ada kemungkinan tersangka lain juga, makanya kita masih terus melakukan pendalaman kasus ini,” Katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, para tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 ayat 1 Undang Undang RI nomor 17 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda sebesar Rp 5 Milyar.

“Jadi pasal yang kita sangkakan juga berbeda beda, karena ada yang melakukan pencabulan ada yang persetubuhan serta ada perbuatan berlanjut sesuai perbuatan para pelaku,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here