Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban KM. Cahaya Timur 02

Tim Gabungan Saat Mencari Korban Laka Laut

HALUT, CH – Pencarian terhadap dua orang korban kecelakaan laka laut KM. Cahaya Timur 02 di perairan Pulau Doi Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara terus dilakukan.

Proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polairud Polres Halmahera Utara, Pos Polairud Polda Malut, dan Basarnas Tobelo. Upaya pencarian Operasi Search and Rescue (SAR) ini sudah memasuki hari ke 5, Minggu (13/7/2025).

Jarak dan radian dari lokasi perkiraan, tepatnya pada koordinat LKK duga : 2°18’29.40″N / 127°32’12.00″E, jarak lurus & radian ke 46.31 NM. radian : 322.60°.di perairan Pulau Doi Kabupaten Halmahera Utara.

Kejadian berawal pada hari Sabtu 05 Juli 2025 Pukul. 22.00 WIT, KM Cahaya Timur 02 berangkat dari Bitung menuju _Fishing Spot_ perairan sekitar pulau Doi Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara untuk memancing ikan tuna.

Lanjut pada tanggal 07 Juli 2025 sekitar pukul. 19.00 WIT, saat memancing terjadi cuaca buruk dan kapal miring ke kiri kemudian Anak Buah Kapal (ABK) memposisikan diri ke sebelah kanan mencoba untuk mengimbangi kapal tetapi tidak berhasil, selanjutnya 12 Org ABK lompat dan naik ke atas sekoci dan hanyut terbawa arus dan nencoba mencari bantuan, sementara 2 orang korban masih berada di atas kapal..

Tepatnya pada tanggal 07 Juli 2025 pukul 21.00 WIT, setelah mendapatkan kapal antuan (KM. Mitra Sejati), kru kapal yang selamat mencoba kembali mencari 2 orang korban yang diduga masih berada di atas kapal, namun setelah kapal ditemukan korban sudah tidak ada dan posisi kapal sudah terbalik . Selanjutnya pemilik kapal melaporkan kejadian tersebut ke kantor SAR Ternate dan meminta bantuan Tim SAR.

Merespon kejadian tersebut pada pukul 07.50 WIT, Tim SAR gabungan berangkat dari pelabuhan desa Dama Menuju Search Area menggunakan kapal RIB 03 Basarnas Tobelo Untuk Melaksanakan Pencarian Sesuai Rencana Operasi SAR, Pukul 08.40 WIT, Tim SAR gabungan tiba di Search Area dan melaksanakan searching sesuai pembagian tugas, Pada Pukul 12.25 WIT, Tim SAR gabungan selesai melaksanakan pencarian Sortie I dengan hasil Nihil.

Jumlah korban 14 orang berhasil selamat 12 orang, 2 korban dalam pencarian bernama Wintoro berusia 35 tahun, jenis kelamin laki – laki alamat Bitung, nama Taufik umur 23 tahun jenis kelamin laki – laki alamat Bitung.

Selain Personil Sat Polair dan Pos SAR juga melibatkan personel TNI AL, KPLP Dama dan Pemerintah desa Dama , menyisir lokasi pencarian, di perairan pulau Doi menggunakan kapal RIB 03 Basarnas Tobelo.

Pukul 13.20 WIT, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Sortie II pada area – area yang belum terjangkau pada pencarian Sortie I, Pukul 17.15 WIT, Tim SAR gabungan selesai melaksanakan pencarian Sortie II Dengan Hasil nihil.

Pada tanggal 12 Juli 2025 Pukul 17.15 WIT, Tim SAR gabungan selesai melaksanakan pencarian Sortie II dengan hasil nihil. Selanjutnya Tim bergerak kembali ke Posko pelabuhan Desa Dama, Pukul 17.40 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Posko pelabuhan desa Dama, selanjutnya Tim melaksanakan debriefing dan evaluasi, Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pada tanggal 13 Juli 2025 pukul 07.00 WIT sesuai rencana operasi SAR hari ke 6.

Kapolres Halmahera Utara AKBP FAIDIL ZIKRI S.H. S.I.K, M.Si. melalui Kasat Polairud Ipda Agus Dwi Sunarto, S.H menjelaskan, ini merupakan hari ke 5 dalam upaya pencarian korban yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan menghentikan sementara, pencarian dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu 13/07/2025 pagi.

Selanjutnya Kasat Polairud Polres Halut juga mengimbau agar setiap saat para sarana angkut laut baik penumpang maupun kapal lainnya termasuk kru yang ada di atas kapal saat melakukan aktivitas laut, agar memperhatikan aspek keselamatan dengan selalu menggunakan alat keselamatan (lift jaket) dan alat keselamatan lainnya saat melakukan aktivitas di laut terutama pelayaran guna menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karna belakangan cuaca ini di beberapa daerah khususnya Kabupaten Halmahera Utara selalu berganti-ganti dan tidak dapat diprediksi. (Eby/Rizki L .Humas Res Halut)

Show More
Back to top button