Antam Kembali Janji, Pabrik Beroperasi Di 2022

1935

Rapat APDESI Kecamatan Maba Dengan PT.Antam (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- PT. Antam Tbk. UBPN Maluku Utara (Malut) kembali berjanji, Pabrik Fero Nikel di Tanjung Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), yang tak kunjung beroperasi ini akan beroperasi di 2022.

Janji ini kembali disampaikan, pada saat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Maba yang diketuai Yehuda Gueslaw menggelar rapat bersama dengan pihak PT. Antam, di Resto Kartika Buli, Kamis (4/3/2021).

Dalam rapat tersebut, para kepala desa mempertanyakan komitmen PT. Antam terkait dengan Pabrik Fero Nikel yang tak kunjung beroperasi.

Pasalnya, sudah berapa kali PT. Antam berjanji. Terakhir PT. Antam berjanji babrik itu akan mulai beroperasi pada 2019, sesuai hasil rapat yang dimediasi langsung oleh mantan Kapolres Haltim, AKBP. Droyano A. Ibrahim di 2017 silam.

Pertemuan waktu itu ikut dihadiri langsung oleh almarhum Ir. Muhdin dan Ketua DPRD Haltim, Djon Ngoraitji beserta para kepala desa se Kecamatan Maba dan Kota Maba.

“Pertemuan di 2017, bahwa pabrik sudah selesai 98 persen dan tinggal 2 persen yaitu pasokan Listrik, karena pemenang tender dari PLN, dengan jangka waktu selama enam bulan, kalau tidak ada kendala maka di rencanakan 2019 sudah selesai, kenapa sekaranag masih seperti itu,” tanya Kepala Desa Teluk Buli, Ishak H. Adam.

BACA JUGA  Satlantas Polres Haltim Gelar Operasi Patuh Sambil Sosialisasi

Menanggapi hal itu, perwakilan PT. Antam, Samuel Tutang, Gm. Proyek Haltim, membenarkan hal tersebut. Namun menurut Samuel, janji itu tidak terlaksana karena terkendala kontraktor.

Lanjut Samuel, kontraktor lama yang menangani listrik saat ini tidak lagi dipakai karena Antam sudah melakukan pemutusan kontrak.

“Karena tidak memiliki kemampuan, maka bangunan tempat listrik milik kontraktor lama di lokasi pabrik sementara di bongkar atas perintah kejaksaan, dan sementara ini pihak perusahaan berusaha menggantikan dengan kontraktor yang lain dalam bentuk lelang,” jelas Samuel.

Lebih lanjut kata Samuel, pihak perusahaan telah melakukan pelelangan ulang Rental Pembangki Listrik, yang di mulai sejak 1 Februari 2021. Dijadwalkan pemenang tender nanti akan mendatangani kontrak pada November 2021. Pekerjaan proyek bangunan listrik memawakan waktu selama 12 bulan. Atau akan selesai pada November 2022.

“Kemauan pihak perusahan di 12 Desember 2021 bukan mulai kontruksi tetapi sudah selesai, itu permintaan pemegang saham kepada Antam dan itu sementara di kejar apabila berjalan lancar maka di Bulan Desember atau di bulan Januari dan Ferbuari 2022 Listik sudah beroperasi,” paparnya.

BACA JUGA  PT. STS Siap Expor 1,5 Juta Ton Biji Nikel Per Tahun

Untuk percepatan penyediaan listrik, kata Samual pihak perusahaan menggunakan dua strategi. Pertama yakni 1 sampai 5 tahun pihak perusahaan menyuplai listrik menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Deisel (PLTD) yang saat ini suda dalam tahap pelelangan. Sementara strategi kedua, MoU dengan PT. PLN dari 6-30 tahun.

“Dalam lelang ini dilibatkan konsultan, agar supaya berkerja lebih independen dimulai sampai beroperasinya listrik,” bebernya.

Dalam rapat ini, Kapolres Haltim Akbp Edy, Sugiharto berharap, apa yang menjadi keputusan dalam rapat ini, adalah keputusan bersama baik dari pihak perusahan, kepala desa dan karang taruna untuk mensosialisasi kepada masyarakat.

Camat Maba Robert Barbakem
memberikan apresiasi kepada Ketua Asosiasi Kecamatan Maba, Yehuda Guslaw yang mana telah membuat pertemuan ini untuk menjawab keresahan masyarakat Haltim atas pabrik yang tak kunjung beroperasi.

“Sebab ini menjadi pertanyaan masyarakat soal pabrik dan penerimaan tenaga kerja, maka rapat ini lah yang menjadi jawaban atas pertanyaan masyarakat,” ujar camat. (Red)

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here