Demo di Kepulauan Sula, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Bulan-Bulanan Satpol PP

336
Tampak Luka Lebam di Bagian Dada Korban

SANANA, CH- Aksi unjuk rasa oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Pusat Pemerintahaan Kabupaten Kepulauan Sula berakhir ricuh. Salah satu massa aksi menjadi korban diduga dianiaya oleh anggota Satpol PP.

Kericuhan ini terjadi saat massa aksi yang mengatasnamakan Front Bersama ini berorasi di depan Kantor Inpsektorat, Rabu (3/8/2022). Massa aksi meminta Kepala Inspektorat ke luar ruangan untuk menemui massa aksi. Saling dorong dan adu mulut antara penggunjuk rasa dengan dengan Satpol PP tak bisa terelahkan.

Tiba-tiba sala satu oknum Anggota Satpol diduga memukul salah satu massa aksi, Jisman Leko di bagian dada. Jisman kemudian jatuh dan dikeroyok oleh sejumlah anggota Satpol PP lainya.

Aksi penganiayaan ini tidak diterima oleh pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sula. Kasus ini pun dilaporkan ke aparat kepolisian untuk diproses hukum.

“Tindakan depresip yang dilakukan pihak Polisi  Pamong Praja terhadap korban atas nama Jisman Leko selaku Penjurua Kabid Advokasi itu sangat disayangkan. Kepada Kapolres Sula segera mengusut tuntas tindakan anggota Satpol itu,” tegas Rifki ketua GMNI Sula. (K-P)

BACA JUGA  Penyalagunaan DD Desa Majiko Tongone Naik Status

Sementara itu, dalam aksi tersebut massa aksi menyampaikan beberapa pernyataan sikap diantaranya,

  1. Meminta DPRD Gunakan Hak Angket untuk mengevaluasi Pemda dan Inspektorat Sula
  2. Mendesak DPRD segera membentuk Tim Pansus untuk menelusuri Anggaran Festival Tanjung Waka
  3. Copot Kadis PUPR Sula
  4. Mendesak Kejari secepatnya proses Kasus Masjid An’Nur di desa Pohea
  5. Mendesak Inspektorat segera mengaudit Jembatan Kali Baleha dan Anggaran Festival Tanjung Waka kemarin
  6. Mendesak Bupati Segera Menyelesaikan pekerjaan Jembatan di Desa Waiu dan Jembatan Fuata
  7. Mencabut 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Pulau Mangoli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here