DPRD Ingatkan Bupati Ubaid Waspadai Bisikan Tim Sukses

172
cerminhalmahera
Sekertaris Komisi I DPRD Haltim, Hasanuddin Lajim

HALTIM, CH– DPRD Halmahera Timur mengingatkan kepada Bupati Ubaid Yakub, agar berhati-hati dalam menempatkan pejabat di posisi strategis. Gonta-ganti personil kabinet tak boleh beroma politik, apalagi dendam politik.

Ikhtiar ini menyusul adanya pelantikan 31 pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Senin kemarin. Menurut DPRD, yang perlu diperhatikan bupati adalah transaksi maupun titipan jabatan pejabat oleh tim sukses pilkada 2020 lalu.

Bagi DPRD, pelantikan 31 pejabat eselon II, III dan IV kemarin penting ditaruh curiga. Para wakil rakyat ini menilai kalau pejabat yang dilantik kemarin penuh kepentingan tim sukses, apalagi mereka yang dilantik memiliki hubungan emosional sangat mesra bersama baik Ubaid Yakub maupun Anjas Taher selaku wakil bupati.

Sekertaris Komisi I DPRD Halmahera Timur, Hasanuddin Lajim tak memungkiri bahwa mutasi atau rolling jabatan di internal pemerintah sudah pasti terjadi setiap kali pergantian nahkoda.

Namun begitu, pergantian mestinya dilakukan sesuai prosedur dan benar-benar selektif. Ini supaya menghindari bisikan dan titipan dari orang-orang yang dianggap berkepentingan.

BACA JUGA  DPRD dan Pemkab Halmahera Timur Bahas KLA

Hasanuddin menyarankan mutasi maupun rolling oleh pemerintah harus berdasarkan kebutuhan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Tujuannya tak lain adalah agar penempatan pejabat sesuai tugas dan tupoksi kerja.

“Kami ingatkan kepada bupati supaya benar-benar selektif. Melakukan mutasi atau rolling jabatan harus dilihat pada kebutuhan Anjab ABK. Sehingga bupati bisa menghindari titipan-titipan jabatan oleh tim sukses,” kata Hasanuddin, Selasa, 8 Maret 2022.

Politikus PKS ini mengaku khawatir kalau setiap keputusan diambil tanpa mementingkan efek tranparan. Jika ini benar terjadi, sudah barang tentu setiap rolling jabatan pasti berdampak buruk pada kinerja pemerintahan Ubaid dan Anjas. Terutama berimbas fatal pada realisasi visi-misi Ubaid-Anjas.

“Tentu (visi-mis) mereka tidak akan diselesaikan. Agar ini tidak terjadi, maka pejabat yang baru dilantik juga harus benar-benar tahu apa tugas dan tupoksi, juga harus aktif berkoordinasi dengan DPRD sehingga dalam kerja-kerja OPD ada chek balance. Jangan gunakan jabatan sebagai kepentingan tertentu, tapi harus mendukung ful program dan visi misi bupati, sehingga program pemerintah daerah bisa dimaksimalkan. Kalau tidak dimaksimalkan maka akan berdampak pada semua sektor kerja,” ucapnya. (Ady)

BACA JUGA  DPRD Haltim Sumbag Rp. 2 M Untuk Covid 19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here