Hujan Deras, Dua Desa Di Haltim Tergenang Banjir

648

Kondisi Sungai Yang Tersumbat, Serta Rumah Milik Warga Yang Tergenang Banjir (Foto: Nehemia Bustami)


BULI, CH – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) beberapa hari belakangan ini membuat dua desa terendam banjir. Banjir ini sebabkab karena luapan air sungai yang berdekatan dengan dua desa tersebut.

Dua desa yang tertimpa musiba banjir itu yakni Desa Baburino dan Desa Pekaulang yang berada di Kecamatan Maba. Dua desa yang berada di ruas jalan Buli-Bandara ini mengalami banjir pada, Senin (9/12) malam sekitar pukul 20.00 WIT. Ketinggian banjir mencapai hingga 1 meter di pemukiman warga, sementara di ruas jalan mencapai 20 centi meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga hanya mengamankan barang-barang ke tempat yang dianggap aman. Selain itu warga juga tidak bisa tidur karena seisi rumah digenangi air.

Camat Maba, Rober Barbakem menjelaskan, banjir disebabkan karena meluapnya sungai yang berada di Desa Baburino. Meluapnya sungai ini disebabkan karena tersumbat oleh ranting maupun pohon kayu serta sampah lainya di areal jembatan. “Banjir mulai surut pada pukul 24,30 WIT, meskipun tak ada korban jiwa,   warga  tidak bisa tidur karena takut terjadi banjir kembali, sebab di daerah pergunungan terus diwarnai oleh awan hitam,” kata camat, saat meninjau langsung lokasi banjir pada, Selasa (10/12).

BACA JUGA  FPHT Minta Bupati Copot Sekda

Melihat kondisi sungai yang sangat membahayakan, Robert langsung menghubungi Agustinus Toko Susetio, VP Human Capital & CSR  PT. Antam untuk meminta bantuan  alat berat guna pembersihan sungai yang tersumbat. “Pihak antam memberikan respon positif dengan mengirim salah satu staf untuk meninjau langsung kondisi sungai,” tukasnya.

Kepala Desa Baburino Radius Babuanga mengaku sudah menginformasikan ke PT. Antam paska banjir. Pihak Antam sendiri berjanji akan menurunkan alat berat pada, Selasa pagi, namun hingga sore hari baru alat berat tiba di lokasi. 

Hal ini membuat Radius menilai pihak PT. Antam tidak serius dalam membantu masyarakat untuk menetmalisir banjir tersebut. “kalau pihak PT. Antam keberatan untuk meminjamkan alat berat,   sampaikan saja biar masyarakat di dua desa ini mencari solusi agar sampah tersebut bisa teratasi, perjanjian pagi ternyata alat datang sore, sedangkan cuaca alam sejak pagi sudah mulai mendung,” kesalnya.

Agustinus Toko Susetio VP. Human Capital & CSR PT. Antam  melalui whatsApp mengatakan, apa yang di sampaikan okeh Kepala Desa Baburino itu hanya miskomunikasi. Menurutnya Antam tetap melakukan yang terbaik dan melakukan pencegahan agar kejadian banjir serupa tidak terulang lagi. “Untuk itu diharapkan semua pihak saling suport, dan jangan saling menyalakan, ini tanggung jawab kita bersama, untuk itu alat sudah berada di Desa Pekaulang besok hari rabu pagi alat tersebut mulai melakukan evakuasi sampah yang ada di sungai Baburino,” kata Koko, sapaan akrab Agustinus Toko Susetio. (Red)

BACA JUGA  Remya Foundation Resmi Dirikan Bank Kelapa Di Haltim

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here