Kekuatan Politik Petahana Dan Pendatang Baru Di Pilkada Tikep 2020

1399
cerminhalmahera
Penulis: Ketua Umum HIPPMAR Irwan Abdullah


Pilkada Kota Tidore Kepualauan akan lebih menerik dengan adanya petahana, namun ada juga sebagai pendatang baru. Sebagaimana tampil sebagai pendatang baru dengan segudang pengalaman digadang-gadang akan memiliki kans kuat untuk menaklukkan kekuatan politik petahana. Hal ini dapat terjadi karena proses kemampuan kekuatan  figur baru tersebut diprediksi memperoleh dukungan nyata, baik yang maju melalui jalur partai politik.

Pada Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada tahun 2020, khususnya Kota Tidore Kepulauan, merupakan ajang adu kekuatan, pertarungan gengsi, pertaruhan marwah parpol didalam arena kompetisi Pilkada tahun 2020. Pada Konstelasi perolehan suara Pemilihan legislatif 2019 setidaknya menjadi  pedoman dengan munculnya pendatang baru calon kepala daerah.

Sejauh ini dalam pengamatan penulis  memprediksi angin perubahan menjadi menjadi salah satu alasan dengan tampilnya pendatang baru calon kepala daerah. Bahkan ada keyakinan bahwa posisi politik dan Kekuatan petahana tidak lagi istimewa dan superior.

Pada pilkada sebelumnya ada sebuah pikiran hegemoni yang akan ditanamkan bahwa kedigdayaan petahana akan menimbulkan Phobia. Namun  pada saat ini tidak ada lagi rasa Phobia. Bahkan dimata para pendatang baru persepsi kedigdayaan petahana menjadi spirit utama untuk tampil dengan strategi yang akan diterpakan jitu dan mematikan.

BACA JUGA  Pancasila Sudah Jelas Dalam Pembukaan Konstitusi Negara

Bila mana di dunia musik Indonesia adanya idol star, kalau dunia politikpun demikian. Munculnya the idol star calon kepala daerah yang baru akan membuat dukungan untuk pemilih yang loyaltias untuk menambah daya pesona Pilkada serentak TIKEP 2020, karena kekuatan kandidat tersebar merata dan memiliki pendukung menang yang sama. Rivalitas pertarungan kekuatan politik  akan sangat terasa dan seru.

Sampai saat ini sebagaian parpol sudah mengeluarkan rekomendasi pada masing – masing kandidat di antaranya adalah PDI P, PKS, PKB, NASDEM, HANURA. dalam analisa saya bahwa  peluang besar untuk memenangkan pilkada tikep tahun 2020 bukan dari kubu petahana saja namun peluang besar juga dapat dari pendatang baru.

Sebab dalam kajian kekutan politik belum relatif tetap, artinya kapan saja peta politik itu bisa berubah karena sebagian besar masyarakat ingin adanya perubahan di Kota Tidrore Kepuluan sehingga masyarakat membutuhkan sosok pemimpin baru dalam 5 tahun kedepan. Jadi Sebagai kesimpulannya adalah posisi petahana maupun figur baru di pilkada tikep tahun 2020 dengan kekuatan politiknya masih fifti – fifti atau masih dalam tanda tanya besar begtu pula dengan kekutan poltik pada pendatang baru. Pesan saya jagalah etika dalam berpoltik.()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here