Pemalangan Jalan Oleh Gerson Baepa Salah Sasaran

460

Pertemuan Camat Maba Robert Barbakem Dengan Kepala BPLH Harjon Gafur

MABA,CH- Aksi pemalangan jalan alternatif PT. Feni Haltim oleh Gerson Baepa dinilai tidak mendasar. Pasalnya, akses jalan di titik Ubu-ubi tersebut tidak ada lagi sangkut paut dengan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Kepala Badan Pertanahan dan Lingkungan Hidup (BPLH) Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara, Harjon Gafur menjelaskan, pembukaan akses jalan oleh Pemerintah Daerah sejak  2004-2007 tidak ada kesepakatan dengan warga untuk pembayaran lahan, yang ada hanya ganti rugi tanaman warga.

“Hanya semangat masyarakat pada tahun itu memberikan lahan mereka kepada Pemda untuk akses jalan, dengan lebar 20 meter, akses jalan itu dibuka mulai dari Kota Maba sampai Subaim dan Wayamli,” jelas Harjon, di depan Camat Maba Robert Barbakem, Senin (23/9/2019) di ruang kerjanya.

Lebih jelas kata Harjon, pembukaan akses jalan waktu itu disaksikan langsung oleh Bernat Tandean (Menjid), orang tua dari Hengki Tandean yang juga pemilik lahan. “Mereka mempunyai lahan kebun cengke, dan waktu itu seingat saya tidak ada kebun lain selain almarhum pak Menjid, lainnya hutan dan perpohonan yang besar-besar,” paparnya.

BACA JUGA  RKPDES 2020, Bicoli Fokus Festival, Momole Fokus Pemanfaatan Pasar

Lanjut Harjon, pada 2015  pihak perusahaan berkoordinasi dengan pemda agar jalan tersebut digunakan oleh pihak perusahaan, sebab jalan pemda waktu itu berdekatan dengan lokasi perusahaan. Maka terjadilah kesepakatan antara pihak perusahan dengan pemda, pihak perusahaan membangun jalan baru di gunung Es yang saat ini dilintasi oleh masyarakat umum.

“Jalan yang digunakan pihak perusahaan dan jalan yang berada di gunung Es yang dibangun oleh PT. Feni juga masih status milik pemerintah daerah, maka apa yang dilakukan Gerson Baepa itu salah sasaran, karena yang di palang itu jalan milik Pemerintah Haltim,” tegas Harjon.

Camat Maba Robert Barbakem, mengaku masalah pemalangan jalan yang dilakukan Gerson Baepa beberapa hari lalu, pihak kepolisian sudah melakukan mediasi dengan pemilik lahan bertempat di di ruang rapat PT. Feni Haltim, Sabtu (21/9) dan dalam mediasi tersebut ada kesepakatan bersama yang di tandatangani oleh Gerson Baepa selaku pihak pertama dan Yacop Sampe (pihak perusahaan) selaku pihak kedua, dalam kesepakatanya persoalan ini diserahkan ke Camat Maba Robert Barbakem untuk konsultasi ke pemerintah daerah.

BACA JUGA  Ini Catatan Ketua IFAS Untuk Pemda Dan DPRD Haltim Tentang RPJMD

Pihak kedua tetap menjalankan aktifitas dengan menggunakan jalan tersebut sampai ada keputusan dari Pemerintah Daerah. “Poin terakhir semua keputusan yang di ambil pihak Pemerintah Daerah melalui camat, kedua belah pihak harus membuka diri untuk menerimanya selama itu tidak bertentangan dengan prosudur Hukum yang berlaku,”sebutnya.

Camat akan melayangkan surat pemberitahuan hasil  pertemuan dengan Kepala BPLH Harjon Gafur, ke pihak PT. Feni Haltim (FHT),  tembusan ke Kabag OPS, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa  Wayafli, Buli Asal dan pemilik lahan Pak Gerson Baepa.”Setelah berkoordinasi dengan Kepala BPLH, maka sudah jelas, maka poin terakhir akan diperlakukan,” tutupnya. (Red)

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here