Soal Lahan, Keluarga Kasiruta Boikot PT. ARA

Jalan PT. ARA Yang Diboikot Warga (Foto: Abdulrahman CH)
WASILE, CH- Aktifitas PT. Alam Raya Abadi (ARA) di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara kembali terganggu. Perusahaan tambang nikel ini diboikot warga karena persoalan lahan.
Informasi yang dihimpun Cermin Halmahera, jalan menuju areal pertambangan diboikot oleh keluarga besar Kasiruta sejak, Selasa (11/2/2020). Mereka memasang tenda dan menutup badan jalan milik PT. ARA dengan ranting pohon.
Bakri Kie, koordinator aksi menjelaskan, lahan seluas kurang lebih 4 hektar milik almarhum Kasiruta digusur pihak PT. ARA tanpa sepengetahuan anak cucu almarhum Kasiruta. Untuk itu kehadiran anak cucu Kasiruta di areal perusahaan tak lain adalah menuntut pihak perusahaan untuk menjelaskan lahan yang diduga dirampas oleh pihak perusahaan.
“Ini peniggalan leluhur kami, bukti tanaman sagu yang berjejeran begitu banyak yang patut anak cucu jaga, kalau ada pihak lain yang mengatasnamakan keluarga Kasiruta dan berani menjual lahan ini maka pihak kepolisian maupun perusahaan panggil orang tersebut supaya bisa kita letakan asal usul keturunan dari Kasiruta ini,” kata Bakri.
Lanjut Bakri, jauh sebelum PT. ARA masuk ke Haltim Almarhum lebih dulu berkebun tepatnya di Dusun Sagu Talaga Mou Mou, di belakan Desa Baturaja, yang saat ini diambil alih oleh PT. ARA.
“Bapak Kasiruta mempunyai dua anak yaitu Besi dan Samaun (Keduanya sudah almarhun, red). Samaun di utus balik ke pesisir Maba dan Besi menetap di wilaya Wasile, Besi mempunyai 6 anak yaitu Lub, Koroapa, Buraima, Andil, Rope, dan Mole, sampai turun ke anak cucu, dan saat ini keluarga Kasiruta datang untuk menuntut hak atas lahan tersebut,” tegasnya.
Hingga, Kamis (13/2/2020) masa aksi masi menduduki areal pertambangan. Bakri berjanji pihaknya tidak akan meninggalkan areal perusahaan hingga pihak perusahaan memberikan penjelasan soal lahan tersebut yang dapat meyakinkan keluarga besar Kasiruta. “Kami akan terus melakukan pemboikotan aktivitas perusahan hingga perusahaan memberi penjelasan yang pasti soal lahan ini,” janjinya. (Red)
Reporter: Abdulrahman Patola







