Tahun Ini PUPR Komitmen Genjot Pembangunan Irigasi Di Malut

203

Saiful Amin, Saat Menggelar Konferensi Pers 

SOFIFI, CH- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, melalui Bidang Sumbar Daya Air (SDA) menargetkan, proyek pembangunan irigasi di 2021 ini bisa selesai tepat waktu.

Kepala Bidang SDA PUPR Malut, Saiful Amin melalui konferensi pers, Senin (12/7) di ruang rapat lantai dua PUPR Malut mengatakan, di 2020 PUPR sempat mengalami refocussing anggaran sehingga sejumlah pembangunan tertunda. Di 2021 ini PUPR tengah menggenjot pembangunan irigasi yang tersebar disejumlah daerah dengan target 2022 sudah selesai.

“Pada tahun 2020 kemarin dengan adanya refocussing maka Dana Alokasi Khusus (DAK) dipotong, makanya target kita tahun 2021 daerah irigasi Insya Allah berjalan lancar,” ucap Ipul sapaan akrabnya.

Disebutkan, pembangunan irigasi ada di 11 lokasi yang saat ini tengah berjalan. Di Kecamatan Gane Timur Jabupaten Halmahera Selatan yaitu irigasi Lalubi dan Kabupaten Halmahera Timur yakni irigasi Wayamli, dengan sumber Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 sebesar Rp. 16 miliar.

BACA JUGA  Dinas Perkim Malut Berhasil Selesaikan Infrastruktur Penunjang STQ
Saiful Amin Bersama Awak Media

“Dimana titik lokasi yang bakal digenjot dan menjadi prioritas diantaranya irigasi Wayamli, irigasi Wairoro atau irigasi Tillope, irigasi Lalubi, irigasi Kobe, Irigasi Goal, irigasi Talaga, irigasi Aha, irigasi Toliwang dan seterusnya,” sebutnya.

Secara tekhnis lanjut Saiful menjelaskan, pembangunan irigasi memiliki tiga ruang, ada tengah, kiri dan kanan. 2021 ini kata dia, ditargetkan penyelesaian ruas  tengah dan kanan untuk irigasi Lalubi dan Wayamli.

Hingga saat ini dari catatan pembangunan, kurang lebih outcome (hasil pencapaian) 2000 hektare, atas pembangunan irigasi oleh provinsi dari 2018, 2019 dan 2020.

Tambah Ipul, Maluku Utara merupakan daerah potensial irigasi. Namun perlu dukungan anggaran penuh, dari DAU dan DAK. Untuk pembangunan bukan lagi berbicara besarnya, melainkan kedepan lebih kepada kualitas pembangunan yang baik.

“Jika masyarakat meminta pembangunan yang lebih besar, kami tidak bisa sebab kami lebih kepada kualitas pembangunan untuk penggunaan jangka panjang,” tukasnya. (ADV/Yudi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here