Tiga Pejabat Teras Polres Haltim Mediasi Polemik Karang Taruna Buli Asal

Suasana Tiga Pejabat Teras Polres Haltim Mediasi Polemik Karang Taruna Buli Asal
HALTIM, CH- Ketidakharmonisan dalam kubu Karang Taruna Desa Buli Asal Kecamatan Maba, antara 53 anggota dengan pengurus beberapa bulan terakhir ini, membuat pihak Polres Halmahera Timur ambil bagian untuk menyelesaiakan masalah.
Persoalan inter karang taruna ini mengacu pada ketidak puasanya anggota terhadap pengurus dalam hal ini Ketua Karang Taruna Desa Buli Asal, Son Maningo berserta pengurus lainya yang tidak transparan dalam pengelolaan anggaran.
Setelah mendengar semua penyampaian dari Kepala Desa, Sardin Bawang dan keluhan dari anggota serta pembelaan dari Ketua dan sekertaris karang taruna, maka kesimpulan yang dinilai oleh pihak kepolisian bahwa ini hanya kesalahan miskomunikasi.
Kapolsek Maba, Ipda. Eky Latumahina mengatakan, karang taruna harus bekerja sama dengan pemerintah desa demi kemajuan desa dan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
“Maka pihak kepolisian ada untuk memberikan kenyamanan dalam rapat ini, dan dalam persoalan ini terjadi hanya kesalahan miskomunikasi saja, apa bila komunikasi antara pengurus dan anggota lancar maka tidak terjadi persoalan,”ucap Eky.
Kasat Bimas Polres Haltim, AKP. Fegi H Larumunde mengatakan, dengan kehadiran kasat bimas tidak terlepas dari tanggung jawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atau organisasi apapun termasuk karang taruna.
“Maka dari itu apabila ada terjadi persoalan secepatnya dapat diselesaikan, saya mengajak agar saling bergandeng tangan dalam menyukseskan acara Pesparawi tingkat Provinsi Maluku Utara yang di pusatkan di Haltim dan Buli sebagai tuan rumah,” ujar Fegi dalam pertemuan yang berlangsung, Sabtu (22/6/2024).
Dikesempatan yang sama, Kasat Sahbara Polres Haltim, Iptu. Jarwadi Rumakuwau mengatakan, setiap persoalan lebih baik mencegah, maka dari itu Karang Taruna adalah mitra kerja pemdes.
“Maka dari itu persoalan yang terjadi harus diselesaikan dengan pikiran yang dingin, untuk itu saya tegaskan agar hapus semua pikiran -pikiran yang selalu terjadi persoalan di Desa Buli Asal,” tutur Jarwadi.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Buli Asal, Yakob Batawi mengharapkan kepada pengurus karang taruna agar terbuka dengan anggota. Penilaian BPD bahwa 4 tahun Karang Taruna tidak berkerja sama dengan pemdes, tidak harmonis.
“Kita harus tahu bahwa kepala desa sebagai pembina di desa, maka dari itu ada hal-hal yang tidak puas agar saling berkomunikasi dengan baik,” harap Yakob.
Kades Buli Asal, Sardin Bawang mengharapkan setelah persoalan ini selesai, agar secepatnya pengurus menyusun program yang akan dikerjakan, supaya anggaran bisa di cairkan. (Nhe)







