Tak Ada Lagi Beda, Jamil Hadi: Siswa Formal dan Non-Formal Dapat Perlakuan Setara

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi.

TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pendidikan memastikan komitmennya dalam mendukung seluruh jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal. Kebijakan terbaru yang disiapkan akan menjamin bahwa bantuan bagi siswa di jalur pendidikan kesetaraan mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa di pendidikan formal.

“Kalau bantuan siswa diformalkan maupun di non-formalkan, pemerintah akan samakan. Jadi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi.

Langkah ini diambil agar seluruh anak usia sekolah tanpa terkecuali dapat melanjutkan pendidikan. Pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena berada di jalur non-formal.

Saat ini tercatat ada 10 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Tidore, namun yang aktif menyelenggarakan kegiatan hanya 5. Seiring waktu, jumlah tersebut bertambah menjadi 11 PKBM yang tersebar di berbagai instansi dan lembaga masyarakat.

Salah satu tantangan besar adalah menarik kembali masyarakat yang sempat putus sekolah agar mau mengikuti pendidikan kesetaraan. Masih ada anggapan bahwa pendidikan kesetaraan tidak selevel dengan sekolah formal, padahal faktanya pembelajaran tetap terstruktur dengan dua metode utama: tatap muka dan penggunaan modul.

Meski modul penugasan lebih dominan, setiap semester tetap diwajibkan kegiatan tatap muka di sekolah atau PKBM. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki standar jelas dan memberi kesempatan belajar bagi semua warga, khususnya mereka yang ingin kembali melanjutkan pendidikan.

Dari sekitar 700 warga yang putus sekolah, sebanyak 500 orang telah berhasil didistribusikan ke 11 PKBM yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Tidore Kepulauan.

Show More
Back to top button