Warga Haltim Kembali Ancam Boikot PT. Antam Besar-Besaran

Salah Satu Aktifitas Pertambangan Milik PT. Antam Yang Diboikot Masa Aksi, Senin (20/1/2020)
MABA, CH- Setelah melakukan aksi pemboikotan terhadap sejumlah pos aktifitas pertambangan milik PT. Antam oleh aliansi Masyarakat Desa Mabapura Kecamatan Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara pada, Senin (20/1/2020) kemarin. Masa aksi kembali mengancam akan memboikot seluruh aktifitas perusahaan tersebut.
Ancaman aksi pemboikotan secara besar-besaran ini akan dilakukan apabila aksi yang berlangsung, Senin kemarin tidak mendapat titik terang dari pihak PT. Antam. “Berdasarkan hasil evaluasi, bahwa kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk melakukan pemboikotan seluruh aktifitas perusahaan,” kata Bunghai Kie, tokoh pemuda Haltim, Selasa (21/1/2020).
Aksi di PT. Antam ini terpaksa harus dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap PT. Antam yang dianggap tidak konsisten dengan hasil perjanjian soal proyek pembangunan Smelter (Pabrik Fero Nikel) yang berlokasi di Tanjung Buli.
Berdasarkan hasil kesepakatan Pemerintah Daerah, DPRD, OKP dan Masyarakat bersama PT. Antam dan PT. WIKA beberapa tahun lalu, bahwa pembangunan Smelter sudah harus selesai dibangun pada 2019 dan siap untuk beroperasi. Namun hingga memasuk awal 2020, proyek tersebut belum juga selesai dibangun.
Menurut Bunghai, aksi yang berlangsung, Senin kemarin dengan memboikot aktivitas pertambangan di Moronopo dan Pos Koropon itu belum seberapah. “Pemboikotan ini terus berlangsung hingga Direksi PT. Antam datang memberikan keterangan yang akurat sesuai hasil yang suda disepakati,” jelasnya. (Red)
Reporter: Ilham







