Diduga Diserang Suku Togutil, 5 Warga Halteng Dan 1 Anggota TNI Dikabarkan Hilang

1756

Foto: Hutan


WEDA, CH – Warga di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan sekitarnya tampak panik. Pasalnya, dikabarkan ada 5 warga dan 1 anggota TNI hilang di saat masuk hutan. Mereka diduga telah diserang oleh Suku Togutil.

Mereka yang dikabarkan hilang ini, 4 diantaranya warga Desa Tepeleo Batu Dua, yakni Ucu (40), Martawan (45), Anto (45) dan Risno (40) serta H. Masani (55) warga Desa Masure.

Sementara anggota TNI diketahui bernama, Jen Tehuayo ( 35 ). Pria berpangkat Kopda ini merupakan anggota Koramil 1512-02/Patani, yang ditugaskan sebagai babinsa.

Dilansir dari Harian Malut.com, mereka masuk hutan bukan hanya ber enam, melainkan tujuh orang. Salah satunya adalah Jahid (40) yang juga warga Tepeleo. Jahid sendiri  dikabarkan berhasil ke luar dari hutan.

Sementara enam orang lainya, yang masuk ke hutan sejak, Sabtu (20/3/2021) pagi sekitar pukul 07.00 WIT, hingga saat ini belum ada kabar.

Jahid, dikabarkan berhasil keluar dari hutan dan masuk di Desa Sil Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) pada, Minggu (21/3) sekitar pukul 16.00 WIT.

BACA JUGA  Tim Elfanum Bawa Pulang Piala Kapolsek Pulau Gebe

“Ia benar, ada warga Tepeleo atas nama Jahid ke luar di desa kami,” kata Kepala Desa Sil, Malaki Wada, yang dilansir dari Harian Malut.com, Senin (22/3) pagi tadi.

Berdasarkan, pengakuan Jahid ke warga Sil kata Malaki, Jahid bersama 6 orang lainya masuk hutan untuk mendulang emas di kilo 12, tepatnya di belakang Desa  Masure.

Lanjut Malaki, pada Sabtu sore sekitar pukul 18.00 WIT, Jahid beserta 6 orang lainya, yang saat itu tengah turun ke sungai untuk persiapan mendulang emas, tiba-tiba di serang oleh sekelompok orang yang diduga Suku Togutil.

“Saya (Jahid) dengan tamang satu (Risno) langsung lari naik tebing, sementara tamang-tamang lima orang lari lewat sungai,” kata Malaki mengutip cerita Jahid.

Lalu kenapa, hanya Jahid yang berhasil ke luar di Desa Sil. Bagimna dengan nasib  Risno. Berdasarkan keterangan Jahid ke warga Sil, Risno tidak bisa lari karena terkena anak panah, saat lari bersama Jahid.

“Menurut Jahid, Risno dapa panah jadi tara bisa lari, Jahid mau balik bantu juga tara bisa karena tidak ada parang (senjata) di tangan,” ujar Malaki.

BACA JUGA  KPU Malut Serahkan Buku Kilas Balik Pilgub Malut Ke Pemda Halteng

Dilansir dari Mata Publik.com,
Komandan Kompi (Danki) SSK 3/Weda Satgas Pamrahwan Yonarmed 8/105 Tarik Uddhata Yudha Kapten Arm. Edy Tri Santoso Pkt membenarkan adanya  laporan masyarakat terkait warga yang belum keluar dari hutan.

Anggota gabungan yang terdiri dari
lima orang Anggota Pos Satgas Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo yang dipimpin oleh Danpos Serda Dwi Cahyo, empat orang anggota Koramil 1512-02/Patani, lima orang anggota Polsek Patani, sepuluh orang warga Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara, telah masuk ke hutan pada, Minggu (21/3) malam sekitar pukul 21:00 untuk melakukan pencarian. (Red)

Sumber: Harian Malut.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here