Ini Riwayat Perjalanan Pasien Positif Asal Haltim

3868

Salah Satu Dari 12 Warga Yang Kontak Langsung Dengan Galih Purnomo, Saat Dirapid Tes Oleh Tim Medis Haltim (Foto: Nehemia CH)


MABA,CH- Galih Purnomo (20) warga asal Desa Bangul Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dinyatakan positif Virus Corona atau Covid-19 oleh Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara.

Galih merupakan salah satu santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Temboro Magetan Jawa Timur. Informasi yang dihimpun Cerminhalmahera.com, Galih memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya menuju Ternate pada tanggal 17 April melalui jalur udara.

Galih kemudian melanjutkan perjalanan dari Ternate ke Haltim pada tanggal 18 April melalui jalur darat dan Tiba di Desa Bangul pada tanggal 19 April 2020.

Setelah terkonfirmasi keberadaan yang bersangkutan, tim medis kemudian melakukan rapid tes kepada yang bersangkutan pada tanggal 25 April 2020. Hasil rapid tes yang pertama ini non reaktif.

Kemudian yang bersangkutan kembali dilakukan rapid tes yang ke dua pada tanggal 3 Mei 2020 dan hasilnya reaktif. Kemudian Galih dirujuk ke RS Chasan Bosoirie Ternate pada tanggal 4 Mei 2020.

BACA JUGA  Januari 2020 Angkutan Umum di Haltim Harus Plat Kuning

“Selanjutnya pada tanggal 13 Mei 2020 kemarin hasil swab pasien keluar dinyatakan positif terpapar virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab BTKLPP Kelas I Manado,”kata Juru Bicara Covid-19 Haltim Jarana Marsaoly.

Setelah diumumkan positif Covid-19, tim medis dari Puskesmas Wayamli dibantu tim medis dari Dinas Kesehatan langsung turun ke Desa Bangul untuk  melakukan pemeriksaan kepada 12 warga yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Dari 12 orang yang masuk dalam daftar Orang Tanpa Gejalan (OTG) ini 3 orang diantaranya adalah satu orang tim medis, satu orang anggota TNI dan satu orang lagi anggota polisi yang bertugas di Desa Bangul.

“Dari hasil rapid test terhadap 12 orang baik keluarga maupun rekan yang telah kontak dengan pasien, hasilnya non reaktif, 12 warga saat ini dikarantina dan tidak dibirkan untuk melakukan kontak dengan orang lain,” kata Camat Maba Tengah Ompu Mahmud, Jumat(15/5).

Lanjut Ompu, saat ini pihaknya telah membentuk Posko Covid-19 di Kecamatan Maba Tengah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. “Di Maba Tengah tidak ada posko, makanya kami langsung bentuk posko untuk mengatasi masaalah ini (Covid-19),” beber camat. (Red)

BACA JUGA  Camat Maba Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GPdi

Reporter: Nehemia Bustami

1 KOMENTAR

  1. Semoga allah SWT, mengangkat segala penyakitnya dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Dan semoga Allah SWT mengangkat wabah Covid 19 dari bumi ini aamiin
    #stayathome
    #gunakanmasker
    #tetapkanprotokolkesehatandalamkehidupan
    #ihktiar
    #berdoa
    #Tawakkal
    Allah kuasa selain Allah tidak kuasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here