IPMB Sesalkan Pemkab Haltim Tidak Ikut ICCF

722

Budaya Cokaiba

MABA,CH – Ikatan Pelajar Mahasiswa Bicoli (IPMB)  Sesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim)  yang tidak ikut terlibat dalam ajang pembukaan kegiatan Indonesia Creative City Festival (ICCF) yang berlangsung di Kota Ternate.

Mantan ketua umum IPMB, M. Azwir Marsaoly mengatakan, Pembukaan Ajang kebudayaan ICCF tingkat Nasional yang di buka secara resmi  Walikota Ternate Hi. Burhan Abdurahman, pada tanggal 2 September 2019 dan akan berakhir pada tanggal 7 September nanti.

“kami dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Bicoli menyesalkan sikap Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Bupati  karena tidak mampu memanfaatkan momentum ICCF untuk memperkenalkan dan sekaligus mempromosikan Budaya Masyarakat Haltim yang saat ini masih dilestarikan,”kesalnya.

Padahal menurut dia, melalui kegiatan ICCF ini dapat mempromosikan budaya Haltim dihadapan Dirjen Kementrian Kebudayaan, Dubes Spanyol, dan para peserta pegiat Kebudayaan dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Azwir juga menjelaskan, IPMB dikomunikasikan oleh salah satu Komunitas yang ada di Haltim yakni Komunitas Peduli Pembangunan Desa (KOPI BANGDES) untuk difasilitasi menampilkan pentas Cokaiba.”Awalnya kami mengira difasilitasi oleh Pemda Haltim, namun setelah ditelusuri, ternyata ini adalah insiatif rekan-rekan KOPI BANGDES,”akunya.

BACA JUGA  WVI Bersama Pemda Haltim Bentuk PATBM Dan FORADES

Lanjut  Azwir,  IPMB berharap Pemda Haltim lebih memperhatikan, mendukung serta turut melibatkan diri ketika ada momentum kebudayaan baik di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Dirinya juga membeberkan Jika IPMB bukan baru pertama kali tampil pada acara kebudayaan, IPMB pernah menampilkan Pentas Cokaiba dan mengikuti Lomba Lalayon pada ajang Festival Legugam di kota Ternate beberapa bulan yang lalu dengan Usaha sendiri.

“Alhamdulillah saat itu IPMB meraih juara 2 lomba tarian lalayon, sehingga itu seharusnya menjadi kebanggaan bagi Pemda Haltim  karena saat itu masih ada generasi yang memiliki kepedulian dan memperkenalkan budaya ketika ada kegiatan kebudayaan dengan mengatasnamakan nama desa dan Kabupaten,”tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Pemkab Haltim, Hardi Musa mengaku tidak sempat hadir dalam acara pembukaan karena masih ada hal-hal penting yang harus diselesaikan di kantor. “Insya Allah besok (Rabu, red) saya hadir,” jawabnya singkat.

Sementara ditanyai soal apa saja yang akan dipromosikan nanti pada acara ICCF itu. Menurut Hardi tidak ada yang akan ditampilkan, yang ada hanya perencanaan terkait dengan pengembangan industri kreatif kelompok masyarakat.”Yang di tampilkan dalam bentuk bahan jadi Kerajinan-kerajinan di Haltim itu belum kami siapkan tapi memunculkan SDM untuk bisa mampu mengelola kerajinan kuliner itu yang menjadi agenda penting dalam forum yang resmi,” tukasnya.(Red)

  • Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here