Kepala BPBD Halteng Benarkan Pendamping Desa Weda Selatan Minta Uang Di Kades

421

Kepala BPBD Halteng Abd Kadir Djailani

HALTENG, CH – Meskipun  sudah diklarifikasi pernyataan Camat Weda Selatan Hairun Amir, oleh para pendamping desa terkait permintaan uang ke pihak Pemerintah Desa dalam pembuatan Rencana APBDes. Namun masaalah tersebut masih saja terus dibicarakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Abd Kadir Djailani, kembali membeberkan jika permintaan uang oleh pendamping desa di 8 desa yang ada di Kecamatan Weda selatan  ke pemerintah desa itu tidak bisa dipungkiri.

Menurut Dade, sapaan akrab Abd Kadir Djailani, bahwa ada pemberiaan uang dari pemerintah desa  ke pendamping desa  dalam penyusunan RAPBDes. Uang yang dibeberikan ke pendamping desa itu  tidak dipatok  besaranya, tergantung keihlasan dari pemerintah desa.”Jadi, desa yang bayar ke pendamping dan itu bagian dari bayar ilmu yang diberikan, contoh konsultasi ke dokter saja kan harus bayar,”beber mantan camat Weda Selatan itu ke wartawan baru-baru ini Desa Wairoro Indah Kecamatan Weda Selatan.

Dade mengaku, menjabat camat sudah 13 tahun terhitung sejak 2015. Dia mengaku semasa masih menjabat sebagai camat,   sempat terjadi beberapa kali perdebatan dengan pendamping desa. Lanjut Dade, pemberian uang ke pendamping desa itu disebabkan karena persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih sangat minim di masing-masing desa yang ada.

BACA JUGA  Proyek Bangunan SMPN 17 Halteng Diduga Siluman

“Bahkan pernah ada beberapa kegiatan yang dilakukan termasuk Manan pendamping yang diarahkan mendesain dan mengajarkan ke Pemerintah Desa. Jadi, masalah pemberian dari desa ke pendamping itu ada tidak bisa dipungkiri,” terangnya.(Ode/Ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here