Ketua BKM Sarimalaha Anggap Lurah Rum Gagal Paham

Ketua BKM Sarimalaha Nurnawi Esa
TIDORE,CH – Pernyataan Kepala Kelurahan Rum, Esa Folasimo tentang bantuan dua unit kendaraan roda tiga untuk pengankut sampah ditepis oleh Ketua BKM Sarimalaha, Nurnawi Habib. Menurut Nurnawi, Esa gagal paham dalam membuat pernyataanya.
Berdasarkan keterangan Nurnawi, masalah penyerahan kendaraan pengangkut sampah dari BKM ke pihak kelurahan sudah dilaksanakan. Bahkan dua unit kendaraan itu sudah diantar langsung ke halaman rumah milik Esa. “Sebelumnya sudah berada di halaman rumah bapak kelurahan Rum selama beberapa bulan, akan tetapi motor tersebut tidak diposisikan di tempat yang layak hingga motor pengangkut sampah tersebut terkena hujan dan panas. takut akan kondisi motor tersebut rusak maka pihak BKM mengambil tindakan untuk memidahkan motor tersebut di tempat yang layak,” jelas Nurnawi, Senin (14/10/2019).
Lebih jelas kata Nurnawi, kendaraan jenis Viar itu belum dioperasikan karena belum ada orang yang mau menjadi pengemudi kendaraan tersebut. “Dan hal itu dari pihak BKM sudah berkordinasi dengan pihak kelurahan namun sampai pada saat ini pihak kelurahan belum juga mendapatkan pengemudi untuk motor pengangkut sampah tersebut,” tegasnya.
Nurnawi juga menjelaskan bahwa bantuan kendaraan itu tidak ada biaya operasiona. Pihak BKM hanya mendapat bantuan dari KSM Kotaku uang sebesar Rp.105.648.000, bukan Rp. 120 juta seperti yang diberitakan sebelumnya. Uang sebesar itu hanya diperuntuhkan untuk pembelian dua unit kendaraan.
“Itu sudah termasuk ongkos perjalanan dan pengangkutan motor sampah dari Ternate ke Tidore, jadi sisia uang hanya Rp 600 ribu. Uang sisa ini akan digunakan untuk membeli seragam untuk pengemudi nanti. Jika dari pihak kelurahan sudah mendapkan pengemudi dan tak mau dirugikan maka kami dari BKM siap memberikan dana awal secara pribadi,” paparnya.
Sebelumnya, Esa Folasimo dalam pernyatanya mengatakan, jika dua unit kendaraan itu belum diserahkan ke pihak kelurahaan oleh BKM Sarimalaha. Bahkan kendaraan itu tidak bisa dioperasikan karena alasan tidak ada biaya operasional. (Red)
Reporter: Musa Abubakar







