Pihak Kampus STAI Babusalam Tersinggung Soal Penyataan Wakil Bupati Sula

Hamzah Umasugi, S.Pd

SANANA, CH- Konflik antar warga Desa Fatce dengan Desa Mangon di Kabupaten Kepulauan Sula beberapa hari lalu terus menuai polemik. Kali ini, nama lembaga STAI Babusalam ikut disebutkan.

Wakil Bupati Kepulauan Sula Wakil Bupati Muhammad S, Marasabessy mengatakan, pihak STAI Babusalam adalah pemicu konflik antara dua desa tersebut, dengan dalil kegiatan bola kaki itu diprakarsai oleh pihak kampus.

Menanggapi hal ini, Hamzah Umasugi, S.Pd, selaku Ketua Jurusan Syari’ah STAI Babusalam Sula menjelaskan, kasus perkelahian antar dua desa yang menyebabkan salah satu warga meninggal itu tidak terjadi disaat pertandingan sepak bola berlangsung. Bahkan lokasi kejadian jaraknya kurang lebih 7 kilo meter dari arena pertandingan.

Peristiwa perkelahian itu terjadi, setelah tim Fatce VS Statistik pada laga awal dam Lanjut Fukwue vs Waibau itu sudah selesai.

“Dan saat insiden itu pun tidak di areal kampus, jika dilihat sangat tidak ada sangkut pautnya dengan pertandingan bola. Karena kejadian itu suda berakhir nya pertandingan bola dan warga Desa Fatce suda pulang menonton pertandingan itu,” bantah Hamza, Selasa (7/6/2022).

Fatce VS Statistik pada laga awal Lanjut Fukwue vs Waibau. Ini jelas jelas tidak ada sangkut-pautnya dengan kami dari pihak Kampus, Ungkap

Lanjut Hamzah, pernyataan wakil bupati ini sama halnya mengkambing hitamkan kampus secara institusional. Sehingga sangat disyangkan oleh pihak kampus.

“Kami anggap sebuah bentuk justifikasi terhadap STAI Babussalam Sula Maluku Utara, yang mana terkesan kampus yang backgroundnya perguruan tinggi Islam malah membiarkan hal semacam itu, ini kan aneh,” ujarnya.

Atas nama institusi kampus, Hamzah meminta kepada wakil bupati untuk mengklarifikasi pernyataannya lewat media. Dia pun meminta wakil bupati harus bijak dalam menyikapi kasus ini. (K-P)

Show More
Back to top button