Polres Haltim Berhasil Amankan Ribuan Liter Miras, Sebagian Besar Tujuan Halteng

Konfrensi Pers, Wakapolres Kompol Ranto Eko Mardayanto, S.Kom,.S.I.K Bersama Awak Media
HALTIM, CH– Pihak Polres Halmahera Timur (Haltim) berhasil menggagalkan ribuan liter minuman keras (miras) yang bakal di pasok ke wilayah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Ribuan liter miras itu berhasil digagalkan melalui operasi Pekat II tahun 2023, guna mengamankan perayaan Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru serta Pemilu 2024 nanti.
Miras itu dipasok dari Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan Kabupaten Halmahera Utara (Halut), yang selanjutnya akan dibawa menuju Halteng melalui wilayah Haltim.
Wakapolres Haltim Kompol Ranto Eko Mardayanto, S.Kom,.S.I.K. kepada wartawan di ruang meeting Polres Haltim mengatakan, ribuan liter miras itu, sebagian besarnya akam dipasok ke Weda Halteng. Namun berhasil dicegat oleh aparat kepolisian di Pos Penjagaan Wasile Selatan.
“Jumlah miras yang berhasil diamankan di rumah warga maupun di lokasi produksi oleh pihak Polsek jajaran dan Polres yakni. 1.550 liter Saguer, 525 liter cap tikus yang di pasokan lari luar Haltim, 157 botol cap tikus yang ditemukan di rumah warga serta serta alat penyulingan ditempat produksi, dan juga 89 botol bir putih dan 18 botol bir hitam merek angker,” sebut Ranto Eko, Rabu (29/11/2023).
Ratno Eko berharap, kepada awak media agar dapat membantu dalam penanganan penertiban miras ini. Apabila ada tanda-tanda kecurigaan agar segera lapor kepada pihak keamanan terdekat.
“Kepada warga masyarakat agar hentikan memproduksi miras, dan beralih ke produksi gula merah, itu sangat bermanfaat dan apabila ditemukan warga memproduksi miras atau menjualnya, akan di tindak sesuai gukum,”tegasnya.
Kasat Intelkam Polres Haltim, IPDA. Junaidi Sawal SH mengatakan, hasil penyitaan miras tersebut atas kerja sama kepolisian, baik yang ada di polsek jajaran dengan masyarakat setempat.
Kasat membeberkan, di Haltim ada warga di Desa Bukit Tio Fayaul yang sebelumnya memproduksi miras cap tikus. Namun sudah beralih ke produksi gula merah berkat binaan dari Bhabinkamtibmas setempat.
“Banyak yang mau memproduksi gula batu, namun tidak memiliki persediaan dan itu butuh biaya banyak, serta harus memiliki pasaran agar bahan baku jadi sudah ada pembelinya. Maka dari itu harus BUMD atau BUMDEs yang mengelolanya,” ujarnya.

Reporter: Nehemia Bustami
Editor: Suhardi Koromo







