Proyek Air Bersih Rp. 7 M Di Wasile Tengah Semakin Tidak Jelas

745

Proyek Air Bersih

MABA,CH- Pembangunan proyek air bersih di Desa Lolobata Kecamatan Wasile Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) semakin tidak jelas. Proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu pekerjaanya belum juga tuntas.

Padahal menurut warga setempat, proyek tersebut dikerjakan sejak 2018 lalu. Hingga memasuki akhir 2019 proyek tersebut belum juga tuntas. Akibatnya, hingga saat ini warga setempat masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Tri, pengawas tehnis lapangan pada proyek air bersih tersebut mengaku, anggaran proyek tersebut tidak cukup untuk membangun bak penampung air. Padahal, proyek yang bersumber dari APBN itu nilainya sangat fantastis yakni kurang lebih Rp. 7 miliar. “Pemasangan air bersih itu sebenarnya angarannya tidak cukup sampai pembuatan bak penampungnya, karena angaran pemasangan pipa air bersih itu kurang lebih tujuh miliar,” kata Tri, melalui sambungan telpon, beberapa hari lalu.

Pipa Air Bersih Yang Belum Terpasang

Lanjut Tri, angaran untuk pegolahan air bersih itu belum ada. Bahkan Tri mengaku pihaknya ikut kesulitan karena Haltim belum memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Maka dengan itu kami meminta bantuan kepada Pemda Haltim untuk menambahkan dana pembuatan bendungan,” tukasnya.

BACA JUGA  Polres Haltim Siap Amankan Natal Dan Tahun Baru

Tri mengaku, tambahan sambungan pipa dari bak penampung air ke bak penampung air lainya menggunakan dana pribadinya. Ironisnya lagi Tri mengaku tidak mengetahui nama perusahaan yang memenangkan tender proyek air bersih tersebut.”Untuk nama CV yang menender pipa air bersih ini saya juga tidak tau nama CV nya,” akunya. 

Menanggapi hal ini, Ketua Karang Taruna Desa Lolobata, Tahwim Hamisi secara tegas mengatakan, tidak masuk akal seorang pengawas tidak mengetahui nama perusahaan yang menangani proyek tersebut. “Sunggu aneh tapi nyata seorang pengawas tidak tahu nama perusahaan yang diberikan tanggungjawab kepadanya,” tegasnya.

Apa pun alasanya, Tahwin meminta agar kontraktor tidak melepas tanggungjawab terhadap proyek yang belum diselesaikan itu. Tahwin pun meminta kepada penyidik Polres Haltim maupun lembaga penegak hukum lainya untuk turun mengaudit proyek tersebut. “Kami anggap proyek ini gagal, sangat tidak mungkin sebagai tehnis lapangan membuat pernyataan jumlah angaran pemasangan pipa air bersih masih menggunakan kalimat kurang lebih,   yang paling parahnya lagi tidak tau nama CV, pihak Polres Haltim maupun pihak yang berkompeten segera turun mengecek proyek ini,” pintanya. (Red)

BACA JUGA  Belum Teraliri Listrik, Warga 4 Desa Demo PLN Maba Utara

Reporter: Abdurrahman Patola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here